Kamis, 14 Mei 2026

Ekonomi Islam dan Great Gap

Konsep Dasar Ekonomi Islam

 

 

Gambaran Ruang Lingkup Ekonomi Islam 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerangka Metodologis Ekonomi Islam 

 

 

 Skema Penarikan Hukum Syariat dengan Metode Deduktif

  

 

Skema Penarikan Hukum Syariat dengan Metode Induktif 

 

Metodologi Pengembangan Ilmu Ekonomi Islam

 

 

 

Karakteristik Ekonomi Islam

 

 

Sistem Ekonomi Islam 

Sistem ekonomi Islam dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang memiliki beberapa bagian agar bangunan tersebut berdiri tegak dan kokoh. Bagian bangunan tersebut di antaranya fondasi, tiang penyangga, dan atap, masing-masing dari bagian ini memiliki maknanya tersendiri. Fondasi atau dasar filsafat ekonomi Islam merupakan orientasi dasar ilmu ekonomi yang berbeda dari sistem ekonomi lainnya.

 

Tujuan Ekonomi Islam dalam Kemaslahatan

 

 

 

 

Rancang bangun ekonomi Islam memiliki beberapa bagian diantaranya yaitu fondasi atau dasar filsafat ekonomi Islam. Selanjutnya, tiang dari bangunan ekonomi Islam dijadikan sebagai kesatuan nilai instrumental ekonomi Islam yang strategis serta yang menjadi cita-cita atau puncak dari sistem ekonomi Islam yaitu akhlak. Sistem ekonomi Islam memiliki pokok-pokok filsafat ekonomi Islam yaitu pertama, dunia dengan segala isinya adalah milik Allah. Kedua, Allah adalah pencipta semua makhluk dan semua makhluk tunduk kepada Allah. Ketiga, iman kepada hari akhir akan mempengaruhi perilaku ekonomi manusia.

Perbedaan sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya yaitu dilihat dari berbagai prinsip mendasar dalam menjalankan setiap aktivitas ekonominya. Hal ini karena segala aktivitas ekonomi Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist yang kebenarannya bersifat mutlak yang tujuannya untuk mewujudkan kemaslahatan. Lain halnya dengan sistem ekonomi barat yang bersumber pada hasil pemikiran manusia yang kebenarannya bersifat relatif. Perbedaan ini dilihat dari pandangan terhadap hak milik, kebebasan ekonomi, monopoli, bunga, eksploitasi, dan distribusi kekayaan. Dengan demikian, tujuan utama sistem ekonomi Islam dalam mewujudkan kemaslahatan di antaranya yaitu mencapai falah, distribusi yang adil dan merata, tersedianya kebutuhan dasar, tegaknya keadilan sosial, mengutamakan persaudaraan dan persatuan, pengembangan moral dan materiil, adanya sirkulasi harta, dan terhapusnya eksploitasi.

 

Sabtu, 09 Mei 2026

Motivasi Konsumen

Konsep-konsep Dasar:
Motivasi?

Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu.

Proses yang menyebabkan orang melakukan sesuatu serta mengharapkan seseorang untuk melakukan perilaku yang bertujuan untuk melakukan sesuatu.

Motivasi muncul karena adanya kebutuhan. Kebutuhan muncul karena adanya perasaan tidak nyaman pada konsumenRasa tidak nyaman tersebut mendorong konsumen untuk melakukan sesuatu.

 

Model Motivasi 

 

 

Kebutuhan Konsumen

Kategori Kebutuhan
– Primer: makanan, rumah, pakaian
– Sekunder: makan di restoran terkenal, rumah di lokasi pusat kota


• Kebutuhan Utilitarian
– Kebutuhan yang dilihat dari manfaatnya.
– Contoh: konsumen membutuhkan motor untuk menghantarkannya ke berbagai tempat secara cepat.


• Kebutuhan Ekspresif/hedonic
– Kebutuhan karena faktor psikologis
– Contoh: konsumen menginginkan motor 135 CC terbaru, agar terlihat gagah dan keren .

 

Perilaku Berorientasi Tujuan Umum 

• Ilustrasi percakapan dua orang ibu-ibu:
– Ibu A: “saya butuh nasi tumpeng untuk acara selamatan pekan depan”
– Ibu B: “nasi tumpeng yang bagus itu tidak hanya harus enak, tapi juga memiliki garnish yang indah”

• Ilustrasi percakapan dua orang ibu-ibu:
– Ibu A: “saya butuh nasi tumpeng untuk acara selamatan pekan depan”
– Ibu B: “nasi tumpeng yang bagus itu tidak hanya harus enak, tapi juga memiliki garnish yang indah, dan diproduksi oleh UMKM X Bogor”
• Dalam hal ini, penyebutan brand UMKM X Bogor termasuk dalam specific product goal.

 

Perilaku Berorientasi Tujuan Khusus 

Ilustrasi percakapan dua orang ibu-ibu:

Ibu A: “saya butuh nasi tumpeng untuk acara selamatan pekan depan” 

Ibu B: “nasi tumpeng yang bagus itu tidak hanya harus enak, tapi juga memiliki garnish yang indah,dan diproduksi oleh UMKM X Bogor”

 

 Dalam hal ini, penyebutan brand UMKM XBogor termasuk dalam specific product goal

 

Teori (Hierarki) Kebutuhan Maslow

1. Fisiologis: makanan, minuman, pakaian, dll
2. Keamanan: keselamatan fisik & keamanan, baik orang, barang, pekerjaan, dll.
3. Sosial: kebutuhan untuk persahabatan, dicintai dan mencintai
4. Penghargaan: kebutuhan untuk diapresiasi, reputasi, pengakuan, prestige
5. Aktualisasi Diri: kebutuhan untuk membuktikan dan menunjukan dirinya pada orang lain

 

Aplikasi Teori Motivasi dalam Pemasaran 

• Segmenting, pengelompokan konsumen berdasarkan kebutuhannya, salah satunya berdasarkan kebutuhan fisiologis
• Positioning, pemosisian produk di benak konsumen, misalnya dipersepsikan sebagai produk dengan image yang baik untuk menjaga kesehatan konsumen berusia di atas 40 tahun.

 

Makna Kepribadian

• Kepribadian adalah karakteristik terdalam dari seorang konsumen dan akan menentukan
bagaimana konsumen bereaksi terhadap lingkungannya
• Kepribadian merupakan respon yang konsisten terhadap lingkungan
• Kepribadian adalah kumpulan dari karakteristik individu yang membuat seseorang memiliki ciri-
ciri tersendiri, dan yang mengendalikan respon seseorang dan hubungan dengan lingkungan luar (Blythe, 2008) 

 

Karakteristik Kepribadian

1. Terintegrasi
– Bertindak berdasarkan satu sama lain untuk menghasilkan satu kesatuan yang utuh
2. Pemantapan diri
– Memudahkan pencapaian keinginan dan tujuan
3. Individual dan unik
– Tingkat & intensitasnya sesuai dengan yang sering ditunjukkan
4. Jelas
– Dapat diamati dan ditarik kesimpulan dari perilaku
5. Konsisten
– Dasar kepribadian sudah ada dan cenderung stabil
– Namun demikian, waktu (secara perlahan) dapat mengubah kepribadian 

 

Teori Kepribadian: Freud

Teori Freud memiliki komponen:
1. id; kebutuhan biologis yang mendorong terbentuknya kepribadian
2. Super ego; unsur yang mendorong seorang manusia untuk memenuhi atau menaati segala etika dan norma sosial
3. Ego, penyeimbang antara id dengan super ego 

 

Contoh dari Teori Freud:

• Ketika seseorang merasa lapar dan ada makanan di depannya yang bukan miliknya:
– Jika orang tersebut langsung memakan makanan tersebut dikarenakan lapar (id), maka super ego-nya kalah
– Namun jika orang tersebut berpikir untuk membeli terlebih dahulu sebelum dimakan, maka itulah ego 

 

 Teori Kepribadian Neo-Freud

 • Kepribadian berasal dari lingkungan, bukan dari dalam diri manusia
• Contohnya:
– orang-orang yang tinggal di daerah dengan lingkungan alam yang keras akan membentuk kepribadian
berbeda dengan orang-orang yang tinggal di kota besar
– Seseorang yang sebelumnya tidak pernah membunyikan klakson ketika lampu merah, tanpa sadar akan ikut membunyikan klakson ketika pengendara di sekitarnya membunyikan klakson saat lampu merah

 

Teori Kepribadian Trait 

• Konsumen dapat dibedakan berdasarkan karakteristiknya yang menonjol
• Trait adalah ciri atau karakter yang membedakan satu konsumen dengan konsumen lainnya secara permanen dan konsisten.

 

Gaya Hidup

• Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menggunakan waktunya/sumberdayanya dalam beraktivitas kerja maupun liburan 

• Gaya hidup biasanya mudah berubah, biasanya disebabkan perubahan status sosial ekonomi di masyarakat 

• Seseorang yang memiliki gaya hidup tertentu dapat mempengaruhi orang lain dalam kelompok sosial 

 

Psikografik

• Ukuran untuk melihat dan menggabungkan kepribadian seseorang dengan faktor demografi, sehingga kemudian menjadi gaya hidup

• Contohnya, wanita pada usia 40 tahun mulai mengoleksi tas branded untuk alasan investasi maupun cerminan status sosial 

 

VALS (Value & Lifestyle)

  


1. Innovators
– sophisticated (berpengalaman / canggih), in charge (suka memimpin), dan curious (ingin tahu)

2. Thinkers
– informed (selalu berusaha mendapatkan informasi), reflective (selalu berpikir sesuatu), dan content (bahagia) 

3. Believers
– literal (sesuai fakta), loyal (setia), dan moralistic (mengikuti ketentuan moral) 

4. Achievers
– Goal oriented (bertujuan pada pencapaian), brand conscious (sadar terhadap merek), dan conventional (biasa / umum dianggap masyarakat), mengutamakan citra 

5. Strivers
– contemporary (sesaat pada waktu yang sama), imitative (meniru), dan style conscious (sadar terhadap gaya berbusana) 

6. Experiencers
– trend seeking (suka mencari gaya (berbusana) masa kini), impulsive (langsung bertindak tanpa berpikir konsekuensinya), dan variety seeking (suka mencari keragaman). 

7. Makers
– responsible (bertanggung jawab), practical (suka membuat sesuatu), dan self-sufficient (mandiri), membeli produk berdasarkan fungsi.

8. Survivors
– nostalgic (suka bergembira atau rindu karena masa lalu), constrained (terlalu dipaksakan), dan cautious (selalu waspada atau berhati-hati), membeli dikarenakan potongan harga.

 

Kepribadian Merek 

• Produsen tidak menciptakan kepribadian konsumen, namun produsen dapat membuat produk dan memposisikannya dengan kepribadian tertentu

• Dengan demikian konsumen membuat relevansi antara kepribadiannya dengan produk yang akan dikonsumsinya 

 

Gaya Hidup & Komunitas Konsumen Indonesia 
 

• Melakukan berbagai macam hobi, kegiatan rekreasi di waktu luang untuk memeroleh kesenangan bahkan kesehatan 

– Misalnya: memelihara binatang, memancing, musik, olahraga basket, sepakbola/futsal, fotografi, dll 

• Komunitas, kelompok konsumen berdasarkan kesamaan hobi
– Misalnya: komunitas motor vespa, batu akik, mancing mania, dll 

• Gaya hidup dapat dipengaruhi oleh trend yang sedang terjadi 

 

Rangkuman: Ekonomi Islam dan Great Gap

  KB 1 — Konsep Dasar Ekonomi Islam Turunan Ajaran Islam Ajaran Islam terbagi menjadi tiga pilar: Akidah (iman, mencakup 6 rukun iman), S...