Tampilkan postingan dengan label Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2026

Rangkuman: Ekonomi Islam dan Great Gap

 

KB 1 — Konsep Dasar Ekonomi Islam

Turunan Ajaran Islam Ajaran Islam terbagi menjadi tiga pilar: Akidah (iman, mencakup 6 rukun iman), Syariah (amal), dan Akhlak (moral). Syariah lalu bercabang menjadi Ibadah (hubungan vertikal dengan Allah) dan Muamalah (hubungan horizontal antarmanusia). Muamalah inilah yang melahirkan bidang hukum (perdata-pidana) dan hubungan publik, di mana ekonomi menjadi salah satu cabang dari hubungan internal bersama administrasi dan politik — lalu bercabang lagi menjadi perdagangan, keuangan, dan industri.

Ruang Lingkup Ekonomi Islam Ekonomi Islam dan ekonomi konvensional sama-sama berakar dari masalah kelangkaan/keterbatasan sumber daya, namun berbeda arah: Ekonomi Islam → Homo Islamicus → tujuan akhir Falah (kebahagiaan dunia-akhirat). Ekonomi Konvensional → Homo Economicus → tujuan akhir material dan kepuasan semata.

Kerangka Metodologis Sumber utama ekonomi Islam adalah Al-Qur'an & Sunnah, yang melahirkan Syariah (diapit Akidah dan Akhlak). Nilai dan prinsip ekonomi Islam ditarik melalui dua jalur: metode deduksi (dari nilai ke teori) dan metode induksi (dari realitas ekonomi ke teori, lewat Fiqh Muamalah).

Skema Penarikan Hukum Syariat

  • Metode Deduktif: bermula dari Khithab Allah dan Rasul-Nya, terbagi menjadi Perintah dan Larangan, hingga menghasilkan 5 Hukum Syariat (Ahkamul Khamsah): Wajib, Sunnah, Mubah, Haram, Makruh.
  • Metode Induktif (Ijtihad): untuk menyelesaikan problem kontemporer melalui 3 langkah — memahami fakta (Fahmul Waqi'), memahami nash terkait (Fahmun Nushus), lalu menarik hukum syariatnya (Istinbathul Ahkam).

Karakteristik Ekonomi Islam Tiga karakter utama: Iqtishad Rabbani (berlandaskan ketuhanan), Iqtishad Akhlaqi (berlandaskan moral/etika), dan Iqtishad Insani (berorientasi kemanusiaan).


KB 2 — Sistem Ekonomi Islam

Analogi Bangunan Sistem ekonomi Islam diibaratkan sebuah bangunan: fondasi (filsafat dasar ekonomi Islam), tiang (nilai-nilai instrumental strategis), dan atap/puncak (akhlak sebagai cita-cita tertinggi).

Tiga Pokok Filsafat Ekonomi Islam:

  1. Dunia dan segala isinya adalah milik Allah
  2. Allah pencipta semua makhluk, dan semua makhluk tunduk kepada-Nya
  3. Iman kepada hari akhir mempengaruhi perilaku ekonomi manusia

Perbedaan dengan Sistem Ekonomi Lain Ekonomi Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadist (kebenaran mutlak), sedangkan ekonomi Barat bersumber dari pemikiran manusia (kebenaran relatif). Perbedaan tampak dalam pandangan terhadap hak milik, kebebasan ekonomi, monopoli, bunga, eksploitasi, dan distribusi kekayaan.

Tujuan Ekonomi Islam — Mewujudkan Kemaslahatan Delapan tujuan utamanya: mencapai falah, distribusi yang adil dan merata, tersedianya kebutuhan dasar, tegaknya keadilan sosial, persaudaraan dan persatuan, pengembangan moral dan materiil, sirkulasi harta, serta terhapusnya eksploitasi.

Kamis, 11 Juni 2026

Rangkuman: Tinjauan Ulang Pemikiran Ekonomi Mainstream

 

KB 1 — Pemikiran Ekonomi Masa Pra-Klasik

Pemikiran ekonomi pada era ini didasari pada nilai keadilan, kelayakan, dan kepatuhan. Terdapat tiga mazhab utama:

Filsuf Yunani (Plato & Aristoteles)

  • Plato: kemajuan negara bergantung pada pembagian kerja; uang berfungsi sebagai alat tukar, ukur, dan simpan — tidak boleh diperbanyak melalui bunga.
  • Aristoteles: membedakan oeconomia (aktivitas untuk manfaat) dan chrematistike (aktivitas untuk laba); kebutuhan manusia terbatas, keinginan tidak terbatas.

Mazhab Merkantilisme Fokus pada penguatan kekayaan negara melalui pajak, perdagangan, dan industri. Tujuh prinsip utamanya meliputi: penumpukan emas/perak, nasionalisme, kebijakan ekspor-impor, kolonisasi, dan pemerintahan pusat yang kuat.

Mazhab Fisiokrat Menekankan sektor pertanian sebagai sumber kekayaan. Lima prinsip utamanya: laissez-faire, laissez-passer, pajak tunggal atas tanah, dan kebebasan dari intervensi pemerintah.

Evaluasi: Kedua mazhab ini masih bersifat parsial — merkantilisme terlalu fokus pada industri, fisiokrat hanya pada pertanian. Padahal semua sektor ekonomi perlu berjalan beriringan.

 

KB 2 — Pemikiran Ekonomi Masa Klasik

Mazhab klasik berpegang pada sistem laissez-faire dengan mekanisme pasar sebagai pengatur utama. Hukum pokok: Hukum Say — "Supply creates its own demand".

Tokoh-tokoh utama:

  • Adam Smith: produksi adalah sumber kemakmuran; manusia bersifat egois (self-interest).
  • Thomas Malthus: pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur.
  • David Ricardo: teori harga relatif, sewa tanah, nilai kerja, dan keunggulan komparatif.
  • J.B. Say: setiap penawaran menciptakan permintaannya sendiri.
  • J.S. Mill: konsep return to scale, elastisitas permintaan, dan intervensi pemerintah terbatas.

Pokok ajaran: Keterlibatan pemerintah minimal, perilaku self-interest, dan berjalannya hukum ekonomi alami.

 

KB 3 — Pemikiran Ekonomi Masa Neo-Klasik

Mazhab ini lahir sebagai respons atas kegagalan ekonomi klasik menyelesaikan masalah sosial-ekonomi pasca Revolusi Industri (kemiskinan, ketimpangan).

Empat mazhab utama:

  • Mazhab Marginal (Gossen): mengaplikasikan kalkulus diferensial; menghasilkan teori kepuasan dan Hukum Gossen I & II.
  • Mazhab Austria (Menger, Von Wieser, Bohm Bawerk): teori utilitas, modal, dan tingkat suku bunga.
  • Mazhab Lausanne (Leon Walras): teori keseimbangan umum dengan pendekatan matematis — cikal bakal ekonometrika.
  • Mazhab Cambridge (Alfred Marshall): analisis harga relatif dan Pigou effect.

10 Prinsip Pokok Neo-Klasik: analisis marginal, pendekatan mikro, metode abstrak-deduktif, keseimbangan pasar, perilaku rasional, persaingan murni, dan keterlibatan pemerintah yang minimal. Pemikiran ini dinilai tetap menguntungkan kelompok berada.

 

KB 4 — Pemikiran Ekonomi Mazhab Keynesian

Keynes memperkenalkan pendekatan baru berbasis makroekonomi agregat, sebagai kritik terhadap mazhab klasik yang gagal menjelaskan Depresi Besar.

Tokoh utama:

  • John Maynard Keynes (1883–1946): teori kesempatan kerja, suku bunga, hasrat berkonsumsi, efisiensi marginal investasi, dan pentingnya peran aktif pemerintah.
  • Alvin Hansen (1887–1975): mengembangkan model IS-LM (bersama John Hicks) yang menjelaskan hubungan antara investasi-tabungan (IS) dan likuiditas-jumlah uang beredar (LM).

Lima Pokok Ajaran Keynesian:

  1. Makroekonomi sebagai ilmu dengan pendekatan agregat.
  2. Kiblat pada sisi permintaan (demand-side).
  3. Ketidakstabilan ekonomi bergantung pada suku bunga dan efisiensi marginal investasi.
  4. Harga dan upah yang kaku (sticky).
  5. Perlunya kebijakan fiskal dan moneter yang aktif.

 

Kesimpulan umum: Pemikiran ekonomi mainstream berkembang dari pendekatan tradisional pra-klasik → pasar bebas klasik → penyempurnaan marginal neo-klasik → intervensi pemerintah ala Keynesian, masing-masing merespons keterbatasan pemikiran sebelumnya. 

 

 

 

 

Kamis, 14 Mei 2026

Ekonomi Islam dan Great Gap

Konsep Dasar Ekonomi Islam

 

 

Gambaran Ruang Lingkup Ekonomi Islam 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerangka Metodologis Ekonomi Islam 

 

 

 Skema Penarikan Hukum Syariat dengan Metode Deduktif

  

 

Skema Penarikan Hukum Syariat dengan Metode Induktif 

 

Metodologi Pengembangan Ilmu Ekonomi Islam

 

 

 

Karakteristik Ekonomi Islam

 

 

Sistem Ekonomi Islam 

Sistem ekonomi Islam dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang memiliki beberapa bagian agar bangunan tersebut berdiri tegak dan kokoh. Bagian bangunan tersebut di antaranya fondasi, tiang penyangga, dan atap, masing-masing dari bagian ini memiliki maknanya tersendiri. Fondasi atau dasar filsafat ekonomi Islam merupakan orientasi dasar ilmu ekonomi yang berbeda dari sistem ekonomi lainnya.

 

Tujuan Ekonomi Islam dalam Kemaslahatan

 

 

 

 

Rancang bangun ekonomi Islam memiliki beberapa bagian diantaranya yaitu fondasi atau dasar filsafat ekonomi Islam. Selanjutnya, tiang dari bangunan ekonomi Islam dijadikan sebagai kesatuan nilai instrumental ekonomi Islam yang strategis serta yang menjadi cita-cita atau puncak dari sistem ekonomi Islam yaitu akhlak. Sistem ekonomi Islam memiliki pokok-pokok filsafat ekonomi Islam yaitu pertama, dunia dengan segala isinya adalah milik Allah. Kedua, Allah adalah pencipta semua makhluk dan semua makhluk tunduk kepada Allah. Ketiga, iman kepada hari akhir akan mempengaruhi perilaku ekonomi manusia.

Perbedaan sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya yaitu dilihat dari berbagai prinsip mendasar dalam menjalankan setiap aktivitas ekonominya. Hal ini karena segala aktivitas ekonomi Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist yang kebenarannya bersifat mutlak yang tujuannya untuk mewujudkan kemaslahatan. Lain halnya dengan sistem ekonomi barat yang bersumber pada hasil pemikiran manusia yang kebenarannya bersifat relatif. Perbedaan ini dilihat dari pandangan terhadap hak milik, kebebasan ekonomi, monopoli, bunga, eksploitasi, dan distribusi kekayaan. Dengan demikian, tujuan utama sistem ekonomi Islam dalam mewujudkan kemaslahatan di antaranya yaitu mencapai falah, distribusi yang adil dan merata, tersedianya kebutuhan dasar, tegaknya keadilan sosial, mengutamakan persaudaraan dan persatuan, pengembangan moral dan materiil, adanya sirkulasi harta, dan terhapusnya eksploitasi.

 

Rabu, 22 April 2026

Tinjauan Ulang Pemikiran Ekonomi Mainstream

Pemikiran Ekonomi Masa Pra-Klasik

 

 

Pemikiran ekonomi didasarkan dari rasa keadilan, kelayakan dan kepatuhan yang perlu diperhatikan dalam rangka pencapaian masyarakat yang adil dan makmur. Filsuf Yunani yang memberikan sumbangsih terhadap pemikiran ekonomi yaitu Plato (427-347SM) menjelaskan bahwa kemajuan negara teragantung dari pembagian kerja, kemudian pembagian kerja berawal dari keinginan seseorang memperoleh barang dan jasa melebihi kebutuhannya.  

Kemudian pendapat mengenai fungsi uang yaitu sebagai alat tukar, alat ukur dan menyimpan kekayaan selain itu uang tidak dapat diperbanyak melalui sistem bunga. Aristoteles (384-322SM) pemikiran ekonominya yaitu tentang konsep harga (price) dan nilai (value), selanjutnya kebutuhan manusia itu terbatas dan keinginan itu tanpa batas. Oeconomia yaitu aktivitas memperoleh manfaat, sebaliknya chrematistike yaitu aktivitas untuk memperoleh laba. Pemikrian ekonomi pada masa Yunani kuno terdapat tiga mazhab, yang pertama, kaum Scholastik ciri utama pemikiran ini yaitu masalah etis dan keadilan dalam hubungan ekonomi. Selanjutnya aktivitas perdagangan yang bertentangan dengan ajaran tuhan. Pemikiran selanjutnya tentang harga yang adil dan pantas serta tidak memperbolehkan bunga. Kedua, pemikiran mazhab merkantilisme untuk meningkatkan kekayaan negara melalui pajak, perdagangan dan industri. Selain itu, memprioritaskan kerajinan, neraca perdagangan dan menghimpun logam mulia. Ketiga pemikiran ekonomi mazhab fisikorat yaitu pemerintah mengungkung produksi, membatasi eksperimen, metode produksi dan selera konsumen. Di samping itu, merkantilisme telah melahirkan korupsi dalam skala nasional.

•Pokok-pokok ajaran perekonomian merkantilisme terdapat tujuh prinsip yaitu, emas dan perak merupakan bentuk kekayaan yang paling disukai, nasionalisme, kebijaksanaan ekspor–impor, kolonisasi dan monopolisasi perdagangan colonial. Kemudian penentangan atas bea, pajak dan restriksi intern terhadap gerakan (mobilitas) barang, pemerintahan pusat yang kuat dan kebijaksanaan kependudukan. Pokok-pokok ajaran perekonomian Fisiokrat terdapat lima prinsip yaitu, ordo natural, laissez-faire, laissez-passer, tekanan pada sektor pertanian, pajak tunggal atas pemilik tanah, dan antar hubungan sektor ekonomi.

•Evaluasi terhadap pemikiran ekonomi masa pra-klasik berdasarkan mazhab merkantilisme yang berpatokan terhadap sektor industri, sedangkan fisiokrat terhadap sektor pertanian. Ciri pemikiran ekonomi yang masih tradisional yaitu hanya berpatokan pada salah satu sektor, industri atau pertanian. Pada hakikatnya semua sektor perekonomian bisa berjalan beriringan untuk saling menopang.

 

Pemikiran Ekonomi Masa Klasik 

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam pemikiran mazhab klasik (Kusnendi, 2002: 38), diantaranya yaitu: 

1)Sistem ekonomi laissez faire laissez passer.

 2)Aktivitas ekonomi di pasar barang, pasar uang, dan pasar tenaga kerja diatur sepenuhnya oleh mekanisme pasar, Semua harga barang, jasa dan faktor-faktor produksi fleksibel mengikuti permintaan dan penawaran (self adjusting assumption).

 3)Berlakunya hukum Say “Supply creates its own demand”, penawaran yang akan mendorong permintaan.

 4)Motivasi masyarakat memegang atau membutuhkan uang hanya memenuhi kebutuhan transaksi. Karena itu fungsi uang dalam model klasik hanya sebagai unit of account dan medium

 

TOKOH DAN PEMIKIRAN MAZHAB KLASIK

1.Adam Smith
2.Thomas Robert Malthus (1776 – 1834)
3.David Ricardo (1772 – 1823)
4.Jean Baptis Say (1767 – 1832)
5.John Stuart Mill (1806 – 1873)


Asumsi-asumsi pada mazhab klasik yaitu sistem ekonomi laissez faire laissez passer, aktivitas pasar barang, pasar uang, dan pasar tenaga kerja, hukum Say, dan uang hanya memenuhi kebutuhan transaksi. Tokoh dan pemikiran mazhab klasik yaitu Adam Smith, menurut Adam Smith produksi barang dan jasa merupakan sumber kemakmuran suatu negara serta manusia bersikap rakus dan egois. Selanjutnya menurut Thomas Robert Maltus mengatakan bahwa manusia berkembang sesuai dengan deret ukur. Kemudian menurut David Ricardo pemikirannya yaitu teori harga-harga relatif, sewa tanah, nilai kerja, upah alami, uang; dan teori keuntungan komparatif dari perdagangan internasional. Lalu menurut J.B. Say teori ekonomi yang dihasilkan adalah setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri disebut juga hukum say. Yang terakhir menurut J.S. Mill pemikirannya, diantaranya yaitu konsep return to scale, konsep elastisitas permintaan dan intervensi pemerintah. Pokok-pokok ajaran pemikiran ekonomi masa klasik yaitu keterlibatan pemerintah yang minimum, perilaku ekonomi kepentingan-diri (self interested behaviour), semua sumber dan kegiatan ekonomi penting, hukum ekonomi.


Pemikiran Ekonomi Masa Neo-Klasik

Mazhab neoklasik lahir berkaitan dengan masalah ekonomi-sosial yang belum terselesaikan dengan baik. Pemikiran-pemikiran ekonomi klasik yang diaplikasikan dalam revolusi industri tidak sepenuhnya memberikan solusi. Terbukti masih tingginya kemiskinan masyarakat, meskipun tingkat produktivitas tinggi dan sejarah membuktikan bahwa naiknya pendapatan nasional tidak selalu disertai dengan jaminan pemerataan diantara lapisan masyarakat (Sastradipoera, 2001: 64). Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencemooh ajaran klasik, seperti lahirnya pemikiran sosialisme, dukungan terhadap serikat buruh, atau tuntutan terhadap intervensi pemerintah untuk mengatur perekonomian ditentang oleh kaum neoklasik yang berpendapat bahwa meskipun teori-teori yang dilahirkan mazhab klasik tidak cermat, namun pandangan kebijaksanaan mereka tepat.


TOKOH DAN PEMIKIRAN MAZHAB NEO-KLASIK

1.pendekatan marginal yang pertama, yaitu Heindrich Gossen (1810-1858)
2.Mazhab Austria : Tokoh utamanya adalah Karl Menger, Friedrich Von Wieser dan Eugen Van Bohm Bawerk (Deliarnov, 2010: 108).
3.Mazhab Lausanne : Tokoh pertamanya adalah Leon Walras yang juga dianggap sebagai pendiri aliran mazhab Lausanne (Deliarnov, 201: 110).
4.Mazhab Cambridge : Pelopor aliran mazhab Cambridge adalah Alfred Marshall

 

Mazhab neo-klasik lahir berkaitan dengan masalah ekonomi-sosial yang belum terselesaikan dengan baik oleh pemikiran-pemikiran ekonomi klasik. Tokoh dan pemikiran mazhab neo-klasik terdiri dari mazhab marginal dengan cirinya mengaplikasikan kalkulus diferensial. Menghasilkan pemikiran tentang kepuasan serta hukum gosen I dan II. Kemudian mazhab austria memiliki karakteristik yaitu menerapkan kalkulus dalam pengembangan teorinya. Hasil pemikirannya menghasilkan teori utilitas, modal dan tingkat suku bunga. Selanjutnya mazhab Lausanne menghasilkan pemikiran yaitu teori keseimbangan umum dengan pendekatan matematis dan menjadi ilmu ekonomterika. Dan terakhir mazhab Cambridge mengasilkan pemikiran berupa analisis faktor-faktor yang menentukan harga-harga relatif dan pigou effect.

Pokok-pokok ajaran mazhab neo-klasik terdiri dari 10 prinsip yaitu, pertama analisis terpusat pada konsep marginal, kedua mengarustamakan pendekatan mikro, ketiga penggunaan metode abstrak-deduktif. Keempat pendekatan keseimbangan, kelima pengintegrasian tanah dan modal, keenam perilaku ekonomi rasional, ketujuh keterlibatan pemerintah minimal. Kedelapan penekanan pada persaingan murni, kesembilan teori harga yang berorientasi pada permintaan, kesepuluh penekanan pada guna subjektif. Hasil pemikiran kaum marjinalis atau neoklasik ini tetap menguntungkan kaum berada, sama halnya dengan mazhab klasik, yang pada umumnya menentang intervensi pemerintah dalam perekonomian.


TOKOH DAN PEMIKIRAN MAZHAB KEYNESIAN 

 

Photo John Maynard Keynes (1883-1946)

Alvin Hansen (1887-1975)

Alvin Hansen merupakan salah satu tokoh ekonom yang menganut mazhab Keynes. Selain itu, Alvin Hansen adalah pakar ekonomi lulusan Harvard University yang paling mengagumi karya-karya Keynes. Alvin Hansen dilahirkan pada 23 Agustus 1887 di Viborg, South Dakota, Amerika (Deliarnov, 2007: 174). Salah satu kontribusi terbesar Alvin Hansen dalam dunia ekonomi pada saat Alvin Hansen dan John Hicks mengembangkan IS-LM model atau dikenal juga sebagai sintesis Hicks-Hansen yang menerangkan bagaimana hubungan antara Investment Saving (IS) dengan Liquidity-Money Supply (LM), dan mampu menggambarkan bagaimana kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter bisa digunakan untuk mengubah pendapatan nasional.

 

Penentu Tabungan dan Investasi

 

 

Sumber: Sadono (2013)

Fungsi Tabungan Keynes

 

Penentu Suku Bunga 

Sumber: Sadono (2013)

Pandangan Keynes Mengenai Penentuan Suku Bunga

 

Pokok-pokok ajaran mazhab Keynesian, pertama makroekonomi merupakan ilmu ekonomi yang pendekatannya itu dalam skala besar-besaran atau secara agregat. Bertujuan untuk mencapai tingkat kesempatan kerja yang tinggi, pertumbuhan produksi, keadilan ekonomi, dan stabilitas harga yang rasional (reasonable price stability) untuk mempengaruhi politik pemerintahan. Kedua, kiblat pada sisi permintaan yaitu menganalisis mengenai peranan dari permintaan berbagai golongan masyarakat di dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang akan dicapai oleh suatu perekonomian. Ketiga, insabilitas dalam perekonomian bahwa besaran investasi ditentukan oleh suku bunga dan efisiensi marjinal investasi. Keempat, harga dan buruh upah yang kaku. Kelima, kebijaksanaan fiscal dan moneter yang aktif



 

Studi Kelayakan Bisnis "Clothing ByRana"

  Berikut adalah rangkuman dari laporan Studi Kelayakan Bisnis "Clothing ByRana" yang dipresentasikan oleh Gusneli Yanti Putri: 1...