Berikut adalah rangkuman lengkap dari video "Keamanan Sistem Informasi || Materi 10" yang diunggah oleh channel Elektro Tekno:
1. Tujuan Keamanan Sistem Informasi
Ada 3 tujuan utama keamanan sistem informasi (CIA Triad):
- Kerahasiaan (Confidentiality): Melindungi sumber daya dan data-data dalam sistem informasi agar hanya dapat diakses oleh pihak yang berhak.
- Ketersediaan (Availability): Menjamin ketersediaan data sehingga dapat diakses dengan cepat kapan pun dan di mana pun oleh pengguna yang sah.
- Integritas (Integrity): Memastikan sistem dapat memberikan gambaran data yang lengkap, akurat, dan mewakili informasi yang dibutuhkan.
2. 7 Aspek Keamanan Informasi
- Privacy / Confidentiality: Menjaga data yang sifatnya pribadi (misalnya inbox email pemakai tidak boleh dibaca administrator) atau data rahasia tertentu (seperti verifikasi barcode/kode unik).
- Integrity: Menekankan bahwa data/informasi tidak boleh diubah tanpa izin pemiliknya (contoh: kewenangan teller bank saat menambahkan saldo nasabah).
- Authentication: Membuktikan keaslian pengguna atau dokumen (contoh: watermarking, konfirmasi email/HP, atau menguji kepemilikan melalui what you have, what you know, dan what you are).
- Availability: Berhubungan dengan ketersediaan informasi saat dibutuhkan dan pencegahan terhadap gangguan seperti serangan Denial of Service (DoS).
- Access Control: Pengaturan dan pembatasan hak akses informasi berdasarkan klasifikasi (misal: public, private, admin, guest) menggunakan kombinasi PIN, kata sandi, atau biometrik.
- Non-repudiation: Menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan transaksi (contoh: pengiriman invoice atau bukti pesanan via email).
- Authority: Sistem atau data hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang khusus (seperti admin/operator), sedangkan pengunjung biasa hanya dapat menampilkan informasi.
3. Bentuk Ancaman Keamanan Sistem Informasi
- Interruption: Perangkat/sistem menjadi rusak atau terputus sehingga tidak tersedia (menyerang aspek availability, contoh: serangan DoS).
- Interception: Pihak yang tidak berwenang berhasil menyadap atau mendapatkan akses ke sistem informasi.
- Modification: Pihak yang tidak berwenang berhasil merubah isi pesan atau tampilan situs web (contoh: deface halaman depan web).
- Fabrication: Pihak tidak berwenang menyisipkan objek atau pesan-pesan palsu ke dalam sistem/jaringan.
4. Cara Pencegahan / Mitigasi Serangan
- Perangkat Keras (Hardware): Melakukan pengamanan fisik dan pembatasan akses kontrol terhadap ruang server/Data Center.
- Perangkat Lunak (Software):
- Sistem Operasi: Rajin melakukan pembaruan OS/firewall/antivirus dan selalu menggunakan perangkat lunak original.
- Layanan OS: Mengaktifkan dan mengonfigurasi firewall.
- Aplikasi: Menerapkan praktik secure coding pada saat pembuatan program.
- Jaringan Komputer: Mendesain struktur jaringan secara benar, memasang sistem pemantauan jaringan (Intrusion Detection/Prevention System - IDS/IPS), serta menerapkan autentikasi pengguna (captive portal atau MAC address filter).
- Basis Data (Database): Membatasi penggunaan kode SQL sebagai input, merubah karakter spesial ke format HTML, melakukan pengecekan dengan regular expression, serta membuat salinan data cadangan (backup).
- Pengguna (User): Memberikan edukasi dan pengetahuan terkait ancaman sistem informasi serta menetapkan Prosedur Operasional Standar (SOP) yang baku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar