Rabu, 17 Juni 2026

Rangkuman: Ekonomi Islam dan Great Gap

 

KB 1 — Konsep Dasar Ekonomi Islam

Turunan Ajaran Islam Ajaran Islam terbagi menjadi tiga pilar: Akidah (iman, mencakup 6 rukun iman), Syariah (amal), dan Akhlak (moral). Syariah lalu bercabang menjadi Ibadah (hubungan vertikal dengan Allah) dan Muamalah (hubungan horizontal antarmanusia). Muamalah inilah yang melahirkan bidang hukum (perdata-pidana) dan hubungan publik, di mana ekonomi menjadi salah satu cabang dari hubungan internal bersama administrasi dan politik — lalu bercabang lagi menjadi perdagangan, keuangan, dan industri.

Ruang Lingkup Ekonomi Islam Ekonomi Islam dan ekonomi konvensional sama-sama berakar dari masalah kelangkaan/keterbatasan sumber daya, namun berbeda arah: Ekonomi Islam → Homo Islamicus → tujuan akhir Falah (kebahagiaan dunia-akhirat). Ekonomi Konvensional → Homo Economicus → tujuan akhir material dan kepuasan semata.

Kerangka Metodologis Sumber utama ekonomi Islam adalah Al-Qur'an & Sunnah, yang melahirkan Syariah (diapit Akidah dan Akhlak). Nilai dan prinsip ekonomi Islam ditarik melalui dua jalur: metode deduksi (dari nilai ke teori) dan metode induksi (dari realitas ekonomi ke teori, lewat Fiqh Muamalah).

Skema Penarikan Hukum Syariat

  • Metode Deduktif: bermula dari Khithab Allah dan Rasul-Nya, terbagi menjadi Perintah dan Larangan, hingga menghasilkan 5 Hukum Syariat (Ahkamul Khamsah): Wajib, Sunnah, Mubah, Haram, Makruh.
  • Metode Induktif (Ijtihad): untuk menyelesaikan problem kontemporer melalui 3 langkah — memahami fakta (Fahmul Waqi'), memahami nash terkait (Fahmun Nushus), lalu menarik hukum syariatnya (Istinbathul Ahkam).

Karakteristik Ekonomi Islam Tiga karakter utama: Iqtishad Rabbani (berlandaskan ketuhanan), Iqtishad Akhlaqi (berlandaskan moral/etika), dan Iqtishad Insani (berorientasi kemanusiaan).


KB 2 — Sistem Ekonomi Islam

Analogi Bangunan Sistem ekonomi Islam diibaratkan sebuah bangunan: fondasi (filsafat dasar ekonomi Islam), tiang (nilai-nilai instrumental strategis), dan atap/puncak (akhlak sebagai cita-cita tertinggi).

Tiga Pokok Filsafat Ekonomi Islam:

  1. Dunia dan segala isinya adalah milik Allah
  2. Allah pencipta semua makhluk, dan semua makhluk tunduk kepada-Nya
  3. Iman kepada hari akhir mempengaruhi perilaku ekonomi manusia

Perbedaan dengan Sistem Ekonomi Lain Ekonomi Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadist (kebenaran mutlak), sedangkan ekonomi Barat bersumber dari pemikiran manusia (kebenaran relatif). Perbedaan tampak dalam pandangan terhadap hak milik, kebebasan ekonomi, monopoli, bunga, eksploitasi, dan distribusi kekayaan.

Tujuan Ekonomi Islam — Mewujudkan Kemaslahatan Delapan tujuan utamanya: mencapai falah, distribusi yang adil dan merata, tersedianya kebutuhan dasar, tegaknya keadilan sosial, persaudaraan dan persatuan, pengembangan moral dan materiil, sirkulasi harta, serta terhapusnya eksploitasi.

Kamis, 11 Juni 2026

Rangkuman: Tinjauan Ulang Pemikiran Ekonomi Mainstream

 

KB 1 — Pemikiran Ekonomi Masa Pra-Klasik

Pemikiran ekonomi pada era ini didasari pada nilai keadilan, kelayakan, dan kepatuhan. Terdapat tiga mazhab utama:

Filsuf Yunani (Plato & Aristoteles)

  • Plato: kemajuan negara bergantung pada pembagian kerja; uang berfungsi sebagai alat tukar, ukur, dan simpan — tidak boleh diperbanyak melalui bunga.
  • Aristoteles: membedakan oeconomia (aktivitas untuk manfaat) dan chrematistike (aktivitas untuk laba); kebutuhan manusia terbatas, keinginan tidak terbatas.

Mazhab Merkantilisme Fokus pada penguatan kekayaan negara melalui pajak, perdagangan, dan industri. Tujuh prinsip utamanya meliputi: penumpukan emas/perak, nasionalisme, kebijakan ekspor-impor, kolonisasi, dan pemerintahan pusat yang kuat.

Mazhab Fisiokrat Menekankan sektor pertanian sebagai sumber kekayaan. Lima prinsip utamanya: laissez-faire, laissez-passer, pajak tunggal atas tanah, dan kebebasan dari intervensi pemerintah.

Evaluasi: Kedua mazhab ini masih bersifat parsial — merkantilisme terlalu fokus pada industri, fisiokrat hanya pada pertanian. Padahal semua sektor ekonomi perlu berjalan beriringan.

 

KB 2 — Pemikiran Ekonomi Masa Klasik

Mazhab klasik berpegang pada sistem laissez-faire dengan mekanisme pasar sebagai pengatur utama. Hukum pokok: Hukum Say"Supply creates its own demand".

Tokoh-tokoh utama:

  • Adam Smith: produksi adalah sumber kemakmuran; manusia bersifat egois (self-interest).
  • Thomas Malthus: pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur.
  • David Ricardo: teori harga relatif, sewa tanah, nilai kerja, dan keunggulan komparatif.
  • J.B. Say: setiap penawaran menciptakan permintaannya sendiri.
  • J.S. Mill: konsep return to scale, elastisitas permintaan, dan intervensi pemerintah terbatas.

Pokok ajaran: Keterlibatan pemerintah minimal, perilaku self-interest, dan berjalannya hukum ekonomi alami.

 

KB 3 — Pemikiran Ekonomi Masa Neo-Klasik

Mazhab ini lahir sebagai respons atas kegagalan ekonomi klasik menyelesaikan masalah sosial-ekonomi pasca Revolusi Industri (kemiskinan, ketimpangan).

Empat mazhab utama:

  • Mazhab Marginal (Gossen): mengaplikasikan kalkulus diferensial; menghasilkan teori kepuasan dan Hukum Gossen I & II.
  • Mazhab Austria (Menger, Von Wieser, Bohm Bawerk): teori utilitas, modal, dan tingkat suku bunga.
  • Mazhab Lausanne (Leon Walras): teori keseimbangan umum dengan pendekatan matematis — cikal bakal ekonometrika.
  • Mazhab Cambridge (Alfred Marshall): analisis harga relatif dan Pigou effect.

10 Prinsip Pokok Neo-Klasik: analisis marginal, pendekatan mikro, metode abstrak-deduktif, keseimbangan pasar, perilaku rasional, persaingan murni, dan keterlibatan pemerintah yang minimal. Pemikiran ini dinilai tetap menguntungkan kelompok berada.

 

KB 4 — Pemikiran Ekonomi Mazhab Keynesian

Keynes memperkenalkan pendekatan baru berbasis makroekonomi agregat, sebagai kritik terhadap mazhab klasik yang gagal menjelaskan Depresi Besar.

Tokoh utama:

  • John Maynard Keynes (1883–1946): teori kesempatan kerja, suku bunga, hasrat berkonsumsi, efisiensi marginal investasi, dan pentingnya peran aktif pemerintah.
  • Alvin Hansen (1887–1975): mengembangkan model IS-LM (bersama John Hicks) yang menjelaskan hubungan antara investasi-tabungan (IS) dan likuiditas-jumlah uang beredar (LM).

Lima Pokok Ajaran Keynesian:

  1. Makroekonomi sebagai ilmu dengan pendekatan agregat.
  2. Kiblat pada sisi permintaan (demand-side).
  3. Ketidakstabilan ekonomi bergantung pada suku bunga dan efisiensi marginal investasi.
  4. Harga dan upah yang kaku (sticky).
  5. Perlunya kebijakan fiskal dan moneter yang aktif.

 

Kesimpulan umum: Pemikiran ekonomi mainstream berkembang dari pendekatan tradisional pra-klasik → pasar bebas klasik → penyempurnaan marginal neo-klasik → intervensi pemerintah ala Keynesian, masing-masing merespons keterbatasan pemikiran sebelumnya. 

 

 

 

 

Kamis, 14 Mei 2026

Ekonomi Islam dan Great Gap

Konsep Dasar Ekonomi Islam

 

 

Gambaran Ruang Lingkup Ekonomi Islam 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerangka Metodologis Ekonomi Islam 

 

 

 Skema Penarikan Hukum Syariat dengan Metode Deduktif

  

 

Skema Penarikan Hukum Syariat dengan Metode Induktif 

 

Metodologi Pengembangan Ilmu Ekonomi Islam

 

 

 

Karakteristik Ekonomi Islam

 

 

Sistem Ekonomi Islam 

Sistem ekonomi Islam dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang memiliki beberapa bagian agar bangunan tersebut berdiri tegak dan kokoh. Bagian bangunan tersebut di antaranya fondasi, tiang penyangga, dan atap, masing-masing dari bagian ini memiliki maknanya tersendiri. Fondasi atau dasar filsafat ekonomi Islam merupakan orientasi dasar ilmu ekonomi yang berbeda dari sistem ekonomi lainnya.

 

Tujuan Ekonomi Islam dalam Kemaslahatan

 

 

 

 

Rancang bangun ekonomi Islam memiliki beberapa bagian diantaranya yaitu fondasi atau dasar filsafat ekonomi Islam. Selanjutnya, tiang dari bangunan ekonomi Islam dijadikan sebagai kesatuan nilai instrumental ekonomi Islam yang strategis serta yang menjadi cita-cita atau puncak dari sistem ekonomi Islam yaitu akhlak. Sistem ekonomi Islam memiliki pokok-pokok filsafat ekonomi Islam yaitu pertama, dunia dengan segala isinya adalah milik Allah. Kedua, Allah adalah pencipta semua makhluk dan semua makhluk tunduk kepada Allah. Ketiga, iman kepada hari akhir akan mempengaruhi perilaku ekonomi manusia.

Perbedaan sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya yaitu dilihat dari berbagai prinsip mendasar dalam menjalankan setiap aktivitas ekonominya. Hal ini karena segala aktivitas ekonomi Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist yang kebenarannya bersifat mutlak yang tujuannya untuk mewujudkan kemaslahatan. Lain halnya dengan sistem ekonomi barat yang bersumber pada hasil pemikiran manusia yang kebenarannya bersifat relatif. Perbedaan ini dilihat dari pandangan terhadap hak milik, kebebasan ekonomi, monopoli, bunga, eksploitasi, dan distribusi kekayaan. Dengan demikian, tujuan utama sistem ekonomi Islam dalam mewujudkan kemaslahatan di antaranya yaitu mencapai falah, distribusi yang adil dan merata, tersedianya kebutuhan dasar, tegaknya keadilan sosial, mengutamakan persaudaraan dan persatuan, pengembangan moral dan materiil, adanya sirkulasi harta, dan terhapusnya eksploitasi.

 

Sabtu, 09 Mei 2026

Motivasi Konsumen

Konsep-konsep Dasar:
Motivasi?

Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu.

Proses yang menyebabkan orang melakukan sesuatu serta mengharapkan seseorang untuk melakukan perilaku yang bertujuan untuk melakukan sesuatu.

Motivasi muncul karena adanya kebutuhan. Kebutuhan muncul karena adanya perasaan tidak nyaman pada konsumenRasa tidak nyaman tersebut mendorong konsumen untuk melakukan sesuatu.

 

Model Motivasi 

 

 

Kebutuhan Konsumen

Kategori Kebutuhan
– Primer: makanan, rumah, pakaian
– Sekunder: makan di restoran terkenal, rumah di lokasi pusat kota


• Kebutuhan Utilitarian
– Kebutuhan yang dilihat dari manfaatnya.
– Contoh: konsumen membutuhkan motor untuk menghantarkannya ke berbagai tempat secara cepat.


• Kebutuhan Ekspresif/hedonic
– Kebutuhan karena faktor psikologis
– Contoh: konsumen menginginkan motor 135 CC terbaru, agar terlihat gagah dan keren .

 

Perilaku Berorientasi Tujuan Umum 

• Ilustrasi percakapan dua orang ibu-ibu:
– Ibu A: “saya butuh nasi tumpeng untuk acara selamatan pekan depan”
– Ibu B: “nasi tumpeng yang bagus itu tidak hanya harus enak, tapi juga memiliki garnish yang indah”

• Ilustrasi percakapan dua orang ibu-ibu:
– Ibu A: “saya butuh nasi tumpeng untuk acara selamatan pekan depan”
– Ibu B: “nasi tumpeng yang bagus itu tidak hanya harus enak, tapi juga memiliki garnish yang indah, dan diproduksi oleh UMKM X Bogor”
• Dalam hal ini, penyebutan brand UMKM X Bogor termasuk dalam specific product goal.

 

Perilaku Berorientasi Tujuan Khusus 

Ilustrasi percakapan dua orang ibu-ibu:

Ibu A: “saya butuh nasi tumpeng untuk acara selamatan pekan depan” 

Ibu B: “nasi tumpeng yang bagus itu tidak hanya harus enak, tapi juga memiliki garnish yang indah,dan diproduksi oleh UMKM X Bogor”

 

 Dalam hal ini, penyebutan brand UMKM XBogor termasuk dalam specific product goal

 

Teori (Hierarki) Kebutuhan Maslow

1. Fisiologis: makanan, minuman, pakaian, dll
2. Keamanan: keselamatan fisik & keamanan, baik orang, barang, pekerjaan, dll.
3. Sosial: kebutuhan untuk persahabatan, dicintai dan mencintai
4. Penghargaan: kebutuhan untuk diapresiasi, reputasi, pengakuan, prestige
5. Aktualisasi Diri: kebutuhan untuk membuktikan dan menunjukan dirinya pada orang lain

 

Aplikasi Teori Motivasi dalam Pemasaran 

• Segmenting, pengelompokan konsumen berdasarkan kebutuhannya, salah satunya berdasarkan kebutuhan fisiologis
• Positioning, pemosisian produk di benak konsumen, misalnya dipersepsikan sebagai produk dengan image yang baik untuk menjaga kesehatan konsumen berusia di atas 40 tahun.

 

Makna Kepribadian

• Kepribadian adalah karakteristik terdalam dari seorang konsumen dan akan menentukan
bagaimana konsumen bereaksi terhadap lingkungannya
• Kepribadian merupakan respon yang konsisten terhadap lingkungan
• Kepribadian adalah kumpulan dari karakteristik individu yang membuat seseorang memiliki ciri-
ciri tersendiri, dan yang mengendalikan respon seseorang dan hubungan dengan lingkungan luar (Blythe, 2008) 

 

Karakteristik Kepribadian

1. Terintegrasi
– Bertindak berdasarkan satu sama lain untuk menghasilkan satu kesatuan yang utuh
2. Pemantapan diri
– Memudahkan pencapaian keinginan dan tujuan
3. Individual dan unik
– Tingkat & intensitasnya sesuai dengan yang sering ditunjukkan
4. Jelas
– Dapat diamati dan ditarik kesimpulan dari perilaku
5. Konsisten
– Dasar kepribadian sudah ada dan cenderung stabil
– Namun demikian, waktu (secara perlahan) dapat mengubah kepribadian 

 

Teori Kepribadian: Freud

Teori Freud memiliki komponen:
1. id; kebutuhan biologis yang mendorong terbentuknya kepribadian
2. Super ego; unsur yang mendorong seorang manusia untuk memenuhi atau menaati segala etika dan norma sosial
3. Ego, penyeimbang antara id dengan super ego 

 

Contoh dari Teori Freud:

• Ketika seseorang merasa lapar dan ada makanan di depannya yang bukan miliknya:
– Jika orang tersebut langsung memakan makanan tersebut dikarenakan lapar (id), maka super ego-nya kalah
– Namun jika orang tersebut berpikir untuk membeli terlebih dahulu sebelum dimakan, maka itulah ego 

 

 Teori Kepribadian Neo-Freud

 • Kepribadian berasal dari lingkungan, bukan dari dalam diri manusia
• Contohnya:
– orang-orang yang tinggal di daerah dengan lingkungan alam yang keras akan membentuk kepribadian
berbeda dengan orang-orang yang tinggal di kota besar
– Seseorang yang sebelumnya tidak pernah membunyikan klakson ketika lampu merah, tanpa sadar akan ikut membunyikan klakson ketika pengendara di sekitarnya membunyikan klakson saat lampu merah

 

Teori Kepribadian Trait 

• Konsumen dapat dibedakan berdasarkan karakteristiknya yang menonjol
• Trait adalah ciri atau karakter yang membedakan satu konsumen dengan konsumen lainnya secara permanen dan konsisten.

 

Gaya Hidup

• Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menggunakan waktunya/sumberdayanya dalam beraktivitas kerja maupun liburan 

• Gaya hidup biasanya mudah berubah, biasanya disebabkan perubahan status sosial ekonomi di masyarakat 

• Seseorang yang memiliki gaya hidup tertentu dapat mempengaruhi orang lain dalam kelompok sosial 

 

Psikografik

• Ukuran untuk melihat dan menggabungkan kepribadian seseorang dengan faktor demografi, sehingga kemudian menjadi gaya hidup

• Contohnya, wanita pada usia 40 tahun mulai mengoleksi tas branded untuk alasan investasi maupun cerminan status sosial 

 

VALS (Value & Lifestyle)

  


1. Innovators
– sophisticated (berpengalaman / canggih), in charge (suka memimpin), dan curious (ingin tahu)

2. Thinkers
– informed (selalu berusaha mendapatkan informasi), reflective (selalu berpikir sesuatu), dan content (bahagia) 

3. Believers
– literal (sesuai fakta), loyal (setia), dan moralistic (mengikuti ketentuan moral) 

4. Achievers
– Goal oriented (bertujuan pada pencapaian), brand conscious (sadar terhadap merek), dan conventional (biasa / umum dianggap masyarakat), mengutamakan citra 

5. Strivers
– contemporary (sesaat pada waktu yang sama), imitative (meniru), dan style conscious (sadar terhadap gaya berbusana) 

6. Experiencers
– trend seeking (suka mencari gaya (berbusana) masa kini), impulsive (langsung bertindak tanpa berpikir konsekuensinya), dan variety seeking (suka mencari keragaman). 

7. Makers
– responsible (bertanggung jawab), practical (suka membuat sesuatu), dan self-sufficient (mandiri), membeli produk berdasarkan fungsi.

8. Survivors
– nostalgic (suka bergembira atau rindu karena masa lalu), constrained (terlalu dipaksakan), dan cautious (selalu waspada atau berhati-hati), membeli dikarenakan potongan harga.

 

Kepribadian Merek 

• Produsen tidak menciptakan kepribadian konsumen, namun produsen dapat membuat produk dan memposisikannya dengan kepribadian tertentu

• Dengan demikian konsumen membuat relevansi antara kepribadiannya dengan produk yang akan dikonsumsinya 

 

Gaya Hidup & Komunitas Konsumen Indonesia 
 

• Melakukan berbagai macam hobi, kegiatan rekreasi di waktu luang untuk memeroleh kesenangan bahkan kesehatan 

– Misalnya: memelihara binatang, memancing, musik, olahraga basket, sepakbola/futsal, fotografi, dll 

• Komunitas, kelompok konsumen berdasarkan kesamaan hobi
– Misalnya: komunitas motor vespa, batu akik, mancing mania, dll 

• Gaya hidup dapat dipengaruhi oleh trend yang sedang terjadi 

 

Kamis, 30 April 2026

TEORI DAN PRAKTEK MANAJEMEN BANK SENTRAL

 

 

 

B. STRUKTUR KELEMBAGAAN BANK SENTRAL

  

D. INDEPENDENSI

 

E. AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PELAKSANAAN TUGAS

 

 

 

TIME VALUE OF MONEY, KRITERIA INVESTASI, DAN RISIKO, SERTA KETIDAKPASTIAN SUATU PROYEK

Pengaruh Waktu terhadap Nilai Uang (Konsep Time Value of  Money )

 

Umur (Jangka Waktu) Proyek

Umur/jangka waktu proyek ini bisa berupa umur ekonomis aset tersebut ataupun umur teknisnya.

 

Umur ekonomis suatu proyek merupakan ukuran umum yang sering dipakai. Umur ekonomis ditetapkan berdasarkan jangka waktu (periode) yang kira-kira sama dengan umur ekonomis dari aset terbesar yang ada di proyek.

Umur teknis adalah jumlah tahun selama aset terbesar dari suatu proyek bisa digunakan. Umur teknis biasanya dipakai untuk memudahkan perhitungan.

 

 

 

 

Umur (Jangka Waktu) Proyek

Adanya umur/jangka waktu proyek inilah yang memengaruhi nilai uang yang juga menunjukkan pentingnya konsep time value of money dalam analisis suatu proyek.

Selain umur/jangka waktu proyek, hal yang menyebabkan pentingnya konsep time value of money adalah adanya konsep preferensi waktu (time preference). Preferensi waktu (time preference) menunjukkan bahwa sejumlah sumber yang tersedia lebih disenangi untuk dinikmati pada saat ini daripada dengan sejumlah yang sama, tetapi baru tersedia dan dinikmati pada masa yang akan datang.

Sebagai gambaran misalnya, apabila ada seseorang yang akan memberikan sejumlah uang sebesar Rp5.000.000,00 dengan memberikan alternatif pilihan waktu, apakah mau diambil saat ini atau tahun depan? Maka kecenderungan orang akan lebih senang memilih Rp5.000.000,00 saat ini. Mengapa? Apakah Anda bisa menyebutkan alasannya?

 

Mengapa Nilai Uang Berubah Dengan Berjalannya Waktu?

Terdapat tiga hal yang menyebabkan nilai uang berubah dengan berjalannya waktu, yaitu:

Inflasi

Kita semua tahu, adanya inflasi akan menyebabkan sejumlah uang yang sama akan mempunyai nilai riil yang semakin kecil dengan semakin bertambahnya waktu karena harga sumber-sumber daya  akan semakin mahal. Dengan kata lain, dengan adanya inflasi akan menyebabkan nilai uang riil yang semakin menurun.

 

Konsumsi

Penundaan konsumsi mempunyai biaya (opportunity cost) yang berhubungan dengan risiko dan ketidakpastian mengenai waktu yang akan datang. Dengan kata lain, kita menyadari bahwa memegang uang sekarang lebih berharga daripada memilikinya di masa yang datang karena adanya faktor kesempatan untuk konsumsi, adanya risiko dan ketidakpastian (time preference of money) yang berbeda.


Produktivitas

Bilamana kita mengetahui adanya kesempatan untuk menanamkan uang pada suatu kegiatan (proyek) yang menguntungkan, kita dapat memilih untuk “mengaktifkan” uang kita sekarang dengan harapan mendapat keuntungan di masa yang akan datang. Hal ini disebut sebagai faktor produktivitas atau earning power uang, suatu hal yang harus diperhitungkan pada saat kita  harus menentukan pilihan (proyek). Faktor produktivitas uang (modal) merupakan alasan utama mengapa kita harus memperhitungkan adanya pengaruh waktu terhadap nilai uang dalam penilaian investasi proyek.


Berdasarkan penggunaannya dan tujuan analisis, pengaruh waktu terhadap nilai uang meliputi 2 (dua) hal, yaitu discounting dan compounding.

Discounting factor

Discounting adalah cara menghitung manfaat dan biaya mendatang menjadi nilai kini (present value).

 

 

 

Compounding factor

Compounding adalah suatu cara perhitungan yang digunakan untuk menilai manfaat dan biaya suatu proyek saat ini (present) menjadi nilai yang akan datang (future).


 



Annuity factor (present worth)

Annuity factor adalah menghitung nilai sekarang dari sejumlah uang yang sama yang diterima setiap akhir periode/akhir tahun.

Rumusnya adalah:

 

 

Capital recovery factor

Untuk menghitung sejumlah nilai yang sama setiap tahun dengan tingkat bunga, jumlah saat ini dan waktu yang telah ditentukan.

Rumusnya adalah:

 

 

 

Sinking fund factor

Mencari sejumlah uang yang harus dicadangkan setiap tahun dalam jangka waktu tertentu, untuk mencapai suatu target pada akhir  periode, dengan tingkat bunga tertentu.

Rumusnya adalah: 

 

 


Compounding factor per annum

Untuk mencari nilai yang akan datang dari sejumlah arus uang yang diterima dalam jumlah yang sama setiap tahun.

Rumusnya adalah: 

 

 

Kriteria Investasi 

 

Net Present Value (NPV)

Net Present Value (NPV) merupakan nilai kini bersih (manfaat bersih tambahan) yang diterima suatu proyek selama jangka waktu/umur tertentu dan pada tingkat discount rate tertentu. Net Present Value adalah selisih antara total present value manfaat dengan total present value biaya atau jumlah present value dari manfaat bersih tambahan selama umur proyek.

Untuk melakukan penilaian apakah suatu proyek yang dilakukan tersebut layak atau tidak untuk dilaksanakan berdasarkan kriteria NPV:


NPV

Keterangan

> 0

Proyek layak untuk dilaksanakan.

= 0

Proyek masih layak untuk dilaksanakan, namun hanya menghasilkan keuntungan normal (impas) sebesar social opportunity cost faktor produksi modal karena nilai kini yang dihasilkan sama dengan  nilai biaya yang dikeluarkan.

< 0

Proyek tidak layak dilaksanakan karena manfaat yang diperoleh lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan.



Gross Benefit – Cost Ratio

Gross B/C ratio merupakan kriteria kelayakan lain yang biasa digunakan dalam analisis proyek. Dalam gross B/C, baik tambahan manfaat maupun tambahan biaya adalah nilai kotor atau total. Dengan demikian, gross B/C ini menunjukkan tingkat besarnya tambahan manfaat kotor dari setiap tambahan satu rupiah biaya yang digunakan. Dengan menggunakan kriteria ini, akan lebih menggambarkan pengaruh dari adanya tambahan biaya terhadap tambahan manfaat yang diterima.

Kriteria yang digunakan untuk menilai layak atau tidaknya suatu proyek berdasarkan kriteria ini sebagai berikut:

 

Gross B/C

Keterangan

> 1

Proyek dinyatakan layak untuk dilaksanakan.

= 1

Proyek dinyatakan layak untuk dilaksanakan walaupun hanya menghasilkan keuntungan normal. Dengan kata lain, proyek tersebut hanya mampu menghasilkan manfaat kotor yang besarannya sama dengan biaya yang dikeluarkan.

< 1

Proyek dinyatakan tidak layak untuk dilaksanakan karena dari setiap biaya yang dikeluarkan hanya diperoleh manfaat yang besarannya jauh lebih kecil.

 

Net Benefit – Cost Ratio

Net B/C merupakan ukuran besarnya tingkat penerimaan bersih dari setiap besarnya tingkat investasi dari biaya-biaya yang digunakan. Jadi, selama masih negatif disebut periode investasi dan setelah positif disebut periode benefit.

Kriteria yang digunakan untuk menilai layak atau tidaknya suatu proyek berdasarkan kriteria ini adalah:

 

Net B/C

Keterangan

> 1

Proyek dinyatakan layak untuk dilaksanakan.

= 1

Proyek dinyatakan layak untuk dilaksanakan walaupun hanya menghasilkan keuntungan normal. Dengan kata lain, proyek tersebut hanya mampu menghasilkan manfaat yang besarannya sama dengan biaya yang dikeluarkan.

< 1

Proyek dinyatakan tidak layak untuk dilaksanakan karena dari setiap biaya yang dikeluarkan hanya diperoleh satuan manfaat yang besarannya jauh lebih kecil.

 

Internal Rate of Return (IRR)

Internal Rate of Return (IRR) atau tingkat pengembalian internal, yaitu nilai discount rate social yang membuat NPV proyek sama dengan nol. Internal rate of return ini menunjukkan besarnya tingkat kemampuan pengembalian dari seluruh modal yang ditanamkan dalam proyek setiap tahunnya, yang dinyatakan dalam persen.

Payback Period

Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Suatu proyek yang payback period-nya pendek/cepat pengembaliannya maka proyek tersebut baik dan kemungkinan besar akan dipilih. Masalah utama dari metode ini adalah sulitnya menentukan periode payback  maksimum yang diisyaratkan untuk dipergunakan sebagai angka pembanding.

 

Risiko dan  Ketidakpastian Proyek

 

Karena dalam analisis proyek banyak diperlukan ramalan (forecasting) maka perhitungan-perhitungan biaya dan manfaat mengandung  banyak ketidakpastian sehingga menimbulkan risiko. Biaya konstruksi misalnya dapat dipengaruhi keadaan cuaca. Alat yang dapat digunakan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi adalah analisis sensitivitas dan analisis switching value.

 

Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis)

Analisis sensitivitas digunakan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis kelayakan. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis kelayakan suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi apabila terjadi suatu kesalahan atau perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat ataupun yang memengaruhi komponen manfaat dan biaya.

 

Analisis Nilai Pengganti (Switching Value)

Analisis ini merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Dalam analisis nilai pengganti kita harus mencari berapa banyak elemen yang kurang baik yang akan diganti agar proyek dapat memenuhi tingkat minimum diterima atau layak untuk dilaksanakan. Dengan kata lain, sampai berapa persen perubahan yang terjadi pada variabel (yang diduga bisa menyebabkan perubahan) sehingga proyek dikatakan masih dapat diterima 

 

 


Rangkuman: Ekonomi Islam dan Great Gap

  KB 1 — Konsep Dasar Ekonomi Islam Turunan Ajaran Islam Ajaran Islam terbagi menjadi tiga pilar: Akidah (iman, mencakup 6 rukun iman), S...