KB 1 — Konsep Dasar Ekonomi Islam
Turunan Ajaran Islam Ajaran Islam terbagi menjadi tiga pilar: Akidah (iman, mencakup 6 rukun iman), Syariah (amal), dan Akhlak (moral). Syariah lalu bercabang menjadi Ibadah (hubungan vertikal dengan Allah) dan Muamalah (hubungan horizontal antarmanusia). Muamalah inilah yang melahirkan bidang hukum (perdata-pidana) dan hubungan publik, di mana ekonomi menjadi salah satu cabang dari hubungan internal bersama administrasi dan politik — lalu bercabang lagi menjadi perdagangan, keuangan, dan industri.
Ruang Lingkup Ekonomi Islam Ekonomi Islam dan ekonomi konvensional sama-sama berakar dari masalah kelangkaan/keterbatasan sumber daya, namun berbeda arah: Ekonomi Islam → Homo Islamicus → tujuan akhir Falah (kebahagiaan dunia-akhirat). Ekonomi Konvensional → Homo Economicus → tujuan akhir material dan kepuasan semata.
Kerangka Metodologis Sumber utama ekonomi Islam adalah Al-Qur'an & Sunnah, yang melahirkan Syariah (diapit Akidah dan Akhlak). Nilai dan prinsip ekonomi Islam ditarik melalui dua jalur: metode deduksi (dari nilai ke teori) dan metode induksi (dari realitas ekonomi ke teori, lewat Fiqh Muamalah).
Skema Penarikan Hukum Syariat
- Metode Deduktif: bermula dari Khithab Allah dan Rasul-Nya, terbagi menjadi Perintah dan Larangan, hingga menghasilkan 5 Hukum Syariat (Ahkamul Khamsah): Wajib, Sunnah, Mubah, Haram, Makruh.
- Metode Induktif (Ijtihad): untuk menyelesaikan problem kontemporer melalui 3 langkah — memahami fakta (Fahmul Waqi'), memahami nash terkait (Fahmun Nushus), lalu menarik hukum syariatnya (Istinbathul Ahkam).
Karakteristik Ekonomi Islam Tiga karakter utama: Iqtishad Rabbani (berlandaskan ketuhanan), Iqtishad Akhlaqi (berlandaskan moral/etika), dan Iqtishad Insani (berorientasi kemanusiaan).
KB 2 — Sistem Ekonomi Islam
Analogi Bangunan Sistem ekonomi Islam diibaratkan sebuah bangunan: fondasi (filsafat dasar ekonomi Islam), tiang (nilai-nilai instrumental strategis), dan atap/puncak (akhlak sebagai cita-cita tertinggi).
Tiga Pokok Filsafat Ekonomi Islam:
- Dunia dan segala isinya adalah milik Allah
- Allah pencipta semua makhluk, dan semua makhluk tunduk kepada-Nya
- Iman kepada hari akhir mempengaruhi perilaku ekonomi manusia
Perbedaan dengan Sistem Ekonomi Lain Ekonomi Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadist (kebenaran mutlak), sedangkan ekonomi Barat bersumber dari pemikiran manusia (kebenaran relatif). Perbedaan tampak dalam pandangan terhadap hak milik, kebebasan ekonomi, monopoli, bunga, eksploitasi, dan distribusi kekayaan.
Tujuan Ekonomi Islam — Mewujudkan Kemaslahatan Delapan tujuan utamanya: mencapai falah, distribusi yang adil dan merata, tersedianya kebutuhan dasar, tegaknya keadilan sosial, persaudaraan dan persatuan, pengembangan moral dan materiil, sirkulasi harta, serta terhapusnya eksploitasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar