1. Perumusan Strategi (Strategy Formulation)
Perusahaan memilih strategi generik Porter untuk mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) berdasarkan analisis internal dan eksternal:
Cost Leadership (Kepemimpinan Biaya): Menjadi produsen dengan biaya terendah di seluruh pasar untuk menjual produk/jasa lebih murah dari pesaing.
Differentiation (Diferensiasi): Menawarkan keunikan produk/jasa dari segi kualitas, karakteristik, atau inovasi sehingga konsumen rela membayar lebih mahal.
Focus (Fokus): Melayani kebutuhan spesifik pada ceruk pasar (niche market) tertentu, baik berbasis biaya rendah (Cost Focus) maupun diferensiasi (Differentiation Focus).
2. Strategi Implementasi (Management Approach)
Teknologi seperti mobile wireless internet diaplikasikan pada rantai nilai (Value Chain) perusahaan:
3. Customer Relationship Management (e-CRM)
e-CRM adalah sistem aplikasi lintas fungsi yang mengintegrasikan dan mengotomatiskan proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan (penjualan, pemasaran langsung, pemesanan, dan layanan).
Komponen CRM: Akuisisi pelanggan baru (acquisition), retensi pelanggan (retention), dan perpanjangan pelanggan (extension).
Manfaat e-CRM: Target pemasaran lebih efektif (lower cost), pemesanan masal yang disesuaikan (mass customization), serta memperdalam hubungan jangka panjang dengan pelanggan secara personal (personalization technology).
4. Strategi Pengawasan dan Pengendalian Implementasi
Untuk memastikan keberhasilan eksekusi strategi, perusahaan memerlukan pengendalian terpadu:
Pengendalian Informasi (Informational Control): Berfokus pada pemantauan efektivitas tindakan dan pengumpulan informasi berkelanjutan untuk mendorong pembelajaran organisasi (organisational learning). Termasuk memanfaatkan kurva pembelajaran (learning curve) untuk menciptakan keunggulan biaya (cost advantage).
Pengendalian Perilaku (Behavioural Control): Mendorong budaya organisasi yang berbasis kolaborasi, pemberdayaan pekerja, dan sharing knowledge.
5. Struktur Organisasi dalam Konteks e-Bisnis
E-bisnis mendorong pergeseran dari struktur hierarkis tradisional ke struktur yang lebih datar (flat structure) dan fleksibel:
Virtual Team & Global Team: Tim lintas fungsional atau lintas negara yang berkolaborasi secara elektronik.
Boundaryless Organisation: Organisasi tanpa batas vertikal, horizontal, atau eksternal untuk mempercepat respon dan inovasi.
Network Organisation & Virtual Organisation: Memanfaatkan hub utama dan mengalihdayakan (outsourcing) fungsi non-inti ke spesialis eksternal secara elektronik/fleksibel.
6. Manajemen Perubahan (Change Management)
Perubahan infrastruktur, teknologi, dan budaya diperlukan ketika terjadi kesenjangan kinerja.
Metode Konversi Sistem Baru: Konversi paralel (parallel), bertahap (phased), percontohan (pilot), dan menyeluruh (plunge/direct).
Skala Perubahan: Bervariasi dari otomatisasi, Business Process Improvement (BPI), Business Process Re-engineering (BPR), hingga pergeseran paradigma (paradigm shift). Contohnya adalah studi kasus Levi Strauss yang melakukan restrukturisasi strategi e-commerce untuk menyelaraskan kembali dengan mitra ritel fisik.