Tampilkan postingan dengan label ebusiness. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ebusiness. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2026

Evaluasi Strategi

 

Video ini membahas mengenai prinsip dasar Evaluasi Strategi dalam sebuah organisasi, yang mencakup tujuan dan aktivitas utamanya:

  • Alasan Evaluasi Strategi: Organisasi perlu melakukan evaluasi strategi untuk memastikan tercapainya sasaran jangka panjang serta memastikan kesiapan dan antisipasi terhadap potensi permasalahan yang mungkin dihadapi [00:18].

  • 3 Aktivitas Utama Evaluasi Strategi:

    • Peninjauan Strategi: Sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan atau 1 tahun untuk menjaga relevansi strategi dengan kondisi terkini [00:48]. Peninjauan wajib segera dilakukan jika terjadi penyimpangan target antara jangka pendek dan panjang [00:57], stagnasi pada kekuatan dan kelemahan internal [01:07], serta perubahan lingkungan eksternal yang berdampak pada target namun gagal diantisipasi [01:18].

    • Pengukuran Pencapaian: Dianjurkan untuk dilakukan setiap 6 bulan sebelum laporan akhir tahun dibuat [01:31]. Lima indikator utama yang perlu diukur meliputi: nilai aset organisasi, nilai penjualan, profit, tingkat pengembalian investasi, dan laporan arus kas [01:41].

    • Tindakan Perbaikan: Terbagi menjadi perbaikan skala kecil yang fokus pada perbaikan alokasi sumber daya dan sasaran jangka pendek, serta perbaikan skala besar yang merombak sasaran jangka panjang dan strategi utama organisasi [02:03].

Evaluasi Strategi E-Business

 

Berikut adalah rangkuman dari dokumen "Materi Sesi 8.pdf":

  • Definisi dan Pentingnya Evaluasi Strategi: Evaluasi strategi merupakan proses untuk menganalisis rencana strategis dan menilai tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Hal ini mencakup pemantauan kinerja secara berkelanjutan, membandingkan hasil aktual dengan target, dan memformulasikan ulang strategi jika diperlukan. Evaluasi ini penting untuk memberikan informasi tentang keberhasilan eksekusi, mengantisipasi masalah, serta melindungi organisasi dari keputusan fatal yang berujung pada kegagalan.

  • Lingkup dan Tujuan: Lingkup evaluasi terbagi dua, yaitu evaluasi proses strategi (menilai apakah pelaksanaan sesuai rencana) dan evaluasi kinerja strategi (mengukur hasil penerapan strategi). Tujuannya mencakup penentuan kesesuaian pelaksanaan, pengawasan kemajuan, identifikasi program yang gagal, serta pengukuran selisih antara kinerja aktual dengan harapan.

  • Tahapan Evaluasi Strategi E-Business:

    • Menentukan metrik kinerja: Menetapkan variabel atau kriteria (kualitatif maupun kuantitatif) untuk mengevaluasi hasil kinerja, termasuk Key Performance Indicators (KPIs).

    • Mengukur kinerja: Mengumpulkan data hasil kinerja, yang seringkali bersumber dari sistem informasi, untuk mengisi nilai pada metrik-metrik yang telah ditentukan.

    • Menganalisis varian: Membandingkan kinerja nyata dengan kinerja standar untuk menemukan perbedaan (varian), kemudian menganalisis penyebab varian yang berada di luar batas toleransi.

    • Melakukan tindakan koreksi: Melakukan perbaikan proses, penyesuaian standar, atau bahkan memformulasikan ulang strategi jika target tidak tercapai.

  • Metodologi Balanced Scorecard: Merupakan alat ukur kinerja holistik yang menghubungkan visi dengan sasaran strategis melalui empat perspektif: Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Internal, dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan.

  • Metrik dan KPIs Khusus E-Business:

    • Tingkat Konversi: Persentase pengunjung situs yang menjadi pelanggan.

    • Biaya per Konversi: Biaya rata-rata untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

    • Tingkat Gejolak (Churn Rate): Persentase pelanggan yang menghentikan langganannya.

    • Tingkat Meninggalkan Kereta Belanja: Persentase pembeli yang batal membeli setelah memasukkan barang ke keranjang.

    • Metrik pendukung lainnya meliputi: Pendapatan Per Klik, Bayar Per Klik, Nilai Order Rata-rata, Order Pelanggan Rata-rata, Nilai Menjadi Pelanggan (Customer Lifetime Value), dan Laba Bersih.

  • Kriteria Pemilihan KPIs: Metrik dan KPIs harus diturunkan dari visi dan tujuan organisasi, memiliki dampak signifikan, dapat diukur dengan akurat, bersifat real-time, dapat dikendalikan oleh manajer, dan bermanfaat untuk perbaikan.

Evaluasi Strategi e-Bisnis & Penerapan E-bisnis


  • Evaluasi Strategi (Penilaian Strategi): Merupakan proses pemantauan kinerja secara berkelanjutan dengan membandingkan kinerja aktual terhadap kinerja yang diinginkan, mengevaluasi kemajuan pencapaian tujuan organisasi, serta melakukan perbaikan atau memformulasikan ulang strategi jika diperlukan.

  • Tahapan Evaluasi Strategi e-Business: Proses ini mencakup empat tahapan utama, yaitu menentukan metrik-metrik kinerja, mengukur kinerja, menganalisis varian, dan melakukan tindakan koreksi.

  • Metodologi Balanced Scorecard: Ini adalah alat ukur kinerja bisnis yang berfungsi untuk menghubungkan visi perusahaan dengan sasaran strategisnya melalui penggunaan scorecards atau indikator pengukur kinerja.

  • Big Data: Pemanfaatan big data memberikan nilai strategis seperti penghematan biaya dan waktu, kemampuan memahami informasi di media sosial, perolehan konsumen, serta menjadi dasar dalam strategi pemasaran dan pendorong inovasi.

  • Privasi dalam e-Bisnis: Terdapat tiga model privasi:

    • Model pengawasan: Berfokus pada ketegangan antara pihak pengamat dan yang diawasi, pembagian ruang publik dan pribadi, serta hubungan kekuasaan.

    • Model penangkapan: Berfokus pada kodifikasi kegiatan, sifat sosioteknik teknologi, dan tujuan pengumpulan data yang mungkin tidak jelas.

    • Model datafikasi: Berfokus pada pembuatan informasi pribadi anonim yang baru, reinterpretasi atau analisis data, dan sifat informasi pribadi yang dikomodifikasi.

Senin, 26 Oktober 2026

Strategi Ebisnis


1. Perumusan Strategi (Strategy Formulation)

Perusahaan memilih strategi generik Porter untuk mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) berdasarkan analisis internal dan eksternal:

  • Cost Leadership (Kepemimpinan Biaya): Menjadi produsen dengan biaya terendah di seluruh pasar untuk menjual produk/jasa lebih murah dari pesaing.

  • Differentiation (Diferensiasi): Menawarkan keunikan produk/jasa dari segi kualitas, karakteristik, atau inovasi sehingga konsumen rela membayar lebih mahal.

  • Focus (Fokus): Melayani kebutuhan spesifik pada ceruk pasar (niche market) tertentu, baik berbasis biaya rendah (Cost Focus) maupun diferensiasi (Differentiation Focus).

2. Strategi Implementasi (Management Approach)

Teknologi seperti mobile wireless internet diaplikasikan pada rantai nilai (Value Chain) perusahaan:

  • Aktivitas Utama (Primary Activities):

    • Inbound Logistics: Penggunaan rolling inventory system untuk mendeteksi persediaan barang.

    • Operations: Pemanfaatan mobile financial services dan customer alerts.

    • Outbound Logistics: Penggunaan mobile inventory and delivery system.

    • Marketing & Sales: Pemanfaatan mobile salesforce dan mobile consumer.

    • Services: Penggunaan equipment maintenance diagnostic systems.

  • Aktivitas Pendukung (Support Activities):

    • Infrastructure: Sistem scheduling and messaging serta wireless networking.

    • Human Resource Management: Aplikasi mobile workforce automation.

    • Technology Development: Sistem field testing and reporting.

    • Procurement: Sistem mobile procurement dan electronic markets.

3. Customer Relationship Management (e-CRM)

e-CRM adalah sistem aplikasi lintas fungsi yang mengintegrasikan dan mengotomatiskan proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan (penjualan, pemasaran langsung, pemesanan, dan layanan).

  • Komponen CRM: Akuisisi pelanggan baru (acquisition), retensi pelanggan (retention), dan perpanjangan pelanggan (extension).

  • Manfaat e-CRM: Target pemasaran lebih efektif (lower cost), pemesanan masal yang disesuaikan (mass customization), serta memperdalam hubungan jangka panjang dengan pelanggan secara personal (personalization technology).

4. Strategi Pengawasan dan Pengendalian Implementasi

Untuk memastikan keberhasilan eksekusi strategi, perusahaan memerlukan pengendalian terpadu:

  • Pengendalian Informasi (Informational Control): Berfokus pada pemantauan efektivitas tindakan dan pengumpulan informasi berkelanjutan untuk mendorong pembelajaran organisasi (organisational learning). Termasuk memanfaatkan kurva pembelajaran (learning curve) untuk menciptakan keunggulan biaya (cost advantage).

  • Pengendalian Perilaku (Behavioural Control): Mendorong budaya organisasi yang berbasis kolaborasi, pemberdayaan pekerja, dan sharing knowledge.

5. Struktur Organisasi dalam Konteks e-Bisnis

E-bisnis mendorong pergeseran dari struktur hierarkis tradisional ke struktur yang lebih datar (flat structure) dan fleksibel:

  • Virtual Team & Global Team: Tim lintas fungsional atau lintas negara yang berkolaborasi secara elektronik.

  • Boundaryless Organisation: Organisasi tanpa batas vertikal, horizontal, atau eksternal untuk mempercepat respon dan inovasi.

  • Network Organisation & Virtual Organisation: Memanfaatkan hub utama dan mengalihdayakan (outsourcing) fungsi non-inti ke spesialis eksternal secara elektronik/fleksibel.

6. Manajemen Perubahan (Change Management)

Perubahan infrastruktur, teknologi, dan budaya diperlukan ketika terjadi kesenjangan kinerja.

  • Metode Konversi Sistem Baru: Konversi paralel (parallel), bertahap (phased), percontohan (pilot), dan menyeluruh (plunge/direct).

  • Skala Perubahan: Bervariasi dari otomatisasi, Business Process Improvement (BPI), Business Process Re-engineering (BPR), hingga pergeseran paradigma (paradigm shift). Contohnya adalah studi kasus Levi Strauss yang melakukan restrukturisasi strategi e-commerce untuk menyelaraskan kembali dengan mitra ritel fisik.

Studi Kelayakan Bisnis "Clothing ByRana"

  Berikut adalah rangkuman dari laporan Studi Kelayakan Bisnis "Clothing ByRana" yang dipresentasikan oleh Gusneli Yanti Putri: 1...