Pemikiran Ekonomi Masa Pra-Klasik
Pemikiran ekonomi didasarkan dari rasa keadilan, kelayakan dan kepatuhan yang perlu diperhatikan dalam rangka pencapaian masyarakat yang adil dan makmur. Filsuf Yunani yang memberikan sumbangsih terhadap pemikiran ekonomi yaitu Plato (427-347SM) menjelaskan bahwa kemajuan negara teragantung dari pembagian kerja, kemudian pembagian kerja berawal dari keinginan seseorang memperoleh barang dan jasa melebihi kebutuhannya.
Kemudian pendapat mengenai fungsi uang yaitu sebagai alat tukar, alat ukur dan menyimpan kekayaan selain itu uang tidak dapat diperbanyak melalui sistem bunga. Aristoteles (384-322SM) pemikiran ekonominya yaitu tentang konsep harga (price) dan nilai (value), selanjutnya kebutuhan manusia itu terbatas dan keinginan itu tanpa batas. Oeconomia yaitu aktivitas memperoleh manfaat, sebaliknya chrematistike yaitu aktivitas untuk memperoleh laba. Pemikrian ekonomi pada masa Yunani kuno terdapat tiga mazhab, yang pertama, kaum Scholastik ciri utama pemikiran ini yaitu masalah etis dan keadilan dalam hubungan ekonomi. Selanjutnya aktivitas perdagangan yang bertentangan dengan ajaran tuhan. Pemikiran selanjutnya tentang harga yang adil dan pantas serta tidak memperbolehkan bunga. Kedua, pemikiran mazhab merkantilisme untuk meningkatkan kekayaan negara melalui pajak, perdagangan dan industri. Selain itu, memprioritaskan kerajinan, neraca perdagangan dan menghimpun logam mulia. Ketiga pemikiran ekonomi mazhab fisikorat yaitu pemerintah mengungkung produksi, membatasi eksperimen, metode produksi dan selera konsumen. Di samping itu, merkantilisme telah melahirkan korupsi dalam skala nasional.
•Pokok-pokok ajaran perekonomian merkantilisme terdapat tujuh prinsip yaitu, emas dan perak merupakan bentuk kekayaan yang paling disukai, nasionalisme, kebijaksanaan ekspor–impor, kolonisasi dan monopolisasi perdagangan colonial. Kemudian penentangan atas bea, pajak dan restriksi intern terhadap gerakan (mobilitas) barang, pemerintahan pusat yang kuat dan kebijaksanaan kependudukan. Pokok-pokok ajaran perekonomian Fisiokrat terdapat lima prinsip yaitu, ordo natural, laissez-faire, laissez-passer, tekanan pada sektor pertanian, pajak tunggal atas pemilik tanah, dan antar hubungan sektor ekonomi.
•Evaluasi terhadap pemikiran ekonomi masa pra-klasik berdasarkan mazhab merkantilisme yang berpatokan terhadap sektor industri, sedangkan fisiokrat terhadap sektor pertanian. Ciri pemikiran ekonomi yang masih tradisional yaitu hanya berpatokan pada salah satu sektor, industri atau pertanian. Pada hakikatnya semua sektor perekonomian bisa berjalan beriringan untuk saling menopang.
Pemikiran Ekonomi Masa Klasik
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam pemikiran mazhab klasik (Kusnendi, 2002: 38), diantaranya yaitu:
1)Sistem ekonomi laissez faire laissez passer.
2)Aktivitas ekonomi di pasar barang, pasar uang, dan pasar tenaga kerja diatur sepenuhnya oleh mekanisme pasar, Semua harga barang, jasa dan faktor-faktor produksi fleksibel mengikuti permintaan dan penawaran (self adjusting assumption).
3)Berlakunya hukum Say “Supply creates its own demand”, penawaran yang akan mendorong permintaan.
4)Motivasi masyarakat memegang atau membutuhkan uang hanya memenuhi kebutuhan transaksi. Karena itu fungsi uang dalam model klasik hanya sebagai unit of account dan medium
TOKOH DAN PEMIKIRAN MAZHAB KLASIK
Asumsi-asumsi pada mazhab klasik yaitu sistem ekonomi laissez faire laissez passer, aktivitas pasar barang, pasar uang, dan pasar tenaga kerja, hukum Say, dan uang hanya memenuhi kebutuhan transaksi. Tokoh dan pemikiran mazhab klasik yaitu Adam Smith, menurut Adam Smith produksi barang dan jasa merupakan sumber kemakmuran suatu negara serta manusia bersikap rakus dan egois. Selanjutnya menurut Thomas Robert Maltus mengatakan bahwa manusia berkembang sesuai dengan deret ukur. Kemudian menurut David Ricardo pemikirannya yaitu teori harga-harga relatif, sewa tanah, nilai kerja, upah alami, uang; dan teori keuntungan komparatif dari perdagangan internasional. Lalu menurut J.B. Say teori ekonomi yang dihasilkan adalah setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri disebut juga hukum say. Yang terakhir menurut J.S. Mill pemikirannya, diantaranya yaitu konsep return to scale, konsep elastisitas permintaan dan intervensi pemerintah. Pokok-pokok ajaran pemikiran ekonomi masa klasik yaitu keterlibatan pemerintah yang minimum, perilaku ekonomi kepentingan-diri (self interested behaviour), semua sumber dan kegiatan ekonomi penting, hukum ekonomi.
Pemikiran Ekonomi Masa Neo-Klasik
Mazhab neoklasik lahir berkaitan dengan masalah ekonomi-sosial yang belum terselesaikan dengan baik. Pemikiran-pemikiran ekonomi klasik yang diaplikasikan dalam revolusi industri tidak sepenuhnya memberikan solusi. Terbukti masih tingginya kemiskinan masyarakat, meskipun tingkat produktivitas tinggi dan sejarah membuktikan bahwa naiknya pendapatan nasional tidak selalu disertai dengan jaminan pemerataan diantara lapisan masyarakat (Sastradipoera, 2001: 64). Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencemooh ajaran klasik, seperti lahirnya pemikiran sosialisme, dukungan terhadap serikat buruh, atau tuntutan terhadap intervensi pemerintah untuk mengatur perekonomian ditentang oleh kaum neoklasik yang berpendapat bahwa meskipun teori-teori yang dilahirkan mazhab klasik tidak cermat, namun pandangan kebijaksanaan mereka tepat.
TOKOH DAN PEMIKIRAN MAZHAB NEO-KLASIK
Mazhab neo-klasik lahir berkaitan dengan masalah ekonomi-sosial yang belum terselesaikan dengan baik oleh pemikiran-pemikiran ekonomi klasik. Tokoh dan pemikiran mazhab neo-klasik terdiri dari mazhab marginal dengan cirinya mengaplikasikan kalkulus diferensial. Menghasilkan pemikiran tentang kepuasan serta hukum gosen I dan II. Kemudian mazhab austria memiliki karakteristik yaitu menerapkan kalkulus dalam pengembangan teorinya. Hasil pemikirannya menghasilkan teori utilitas, modal dan tingkat suku bunga. Selanjutnya mazhab Lausanne menghasilkan pemikiran yaitu teori keseimbangan umum dengan pendekatan matematis dan menjadi ilmu ekonomterika. Dan terakhir mazhab Cambridge mengasilkan pemikiran berupa analisis faktor-faktor yang menentukan harga-harga relatif dan pigou effect.
Pokok-pokok ajaran mazhab neo-klasik terdiri dari 10 prinsip yaitu, pertama analisis terpusat pada konsep marginal, kedua mengarustamakan pendekatan mikro, ketiga penggunaan metode abstrak-deduktif. Keempat pendekatan keseimbangan, kelima pengintegrasian tanah dan modal, keenam perilaku ekonomi rasional, ketujuh keterlibatan pemerintah minimal. Kedelapan penekanan pada persaingan murni, kesembilan teori harga yang berorientasi pada permintaan, kesepuluh penekanan pada guna subjektif. Hasil pemikiran kaum marjinalis atau neoklasik ini tetap menguntungkan kaum berada, sama halnya dengan mazhab klasik, yang pada umumnya menentang intervensi pemerintah dalam perekonomian.
TOKOH DAN PEMIKIRAN MAZHAB KEYNESIAN
Photo John Maynard Keynes (1883-1946)
Alvin Hansen (1887-1975)
Alvin Hansen merupakan salah satu tokoh ekonom yang menganut mazhab Keynes. Selain itu, Alvin Hansen adalah pakar ekonomi lulusan Harvard University yang paling mengagumi karya-karya Keynes. Alvin Hansen dilahirkan pada 23 Agustus 1887 di Viborg, South Dakota, Amerika (Deliarnov, 2007: 174). Salah satu kontribusi terbesar Alvin Hansen dalam dunia ekonomi pada saat Alvin Hansen dan John Hicks mengembangkan IS-LM model atau dikenal juga sebagai sintesis Hicks-Hansen yang menerangkan bagaimana hubungan antara Investment Saving (IS) dengan Liquidity-Money Supply (LM), dan mampu menggambarkan bagaimana kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter bisa digunakan untuk mengubah pendapatan nasional.
Penentu Tabungan dan Investasi
Sumber: Sadono (2013)
Fungsi Tabungan Keynes
Penentu Suku Bunga
Sumber: Sadono (2013)
Pandangan Keynes Mengenai Penentuan Suku Bunga
Pokok-pokok ajaran mazhab Keynesian, pertama makroekonomi merupakan ilmu ekonomi yang pendekatannya itu dalam skala besar-besaran atau secara agregat. Bertujuan untuk mencapai tingkat kesempatan kerja yang tinggi, pertumbuhan produksi, keadilan ekonomi, dan stabilitas harga yang rasional (reasonable price stability) untuk mempengaruhi politik pemerintahan. Kedua, kiblat pada sisi permintaan yaitu menganalisis mengenai peranan dari permintaan berbagai golongan masyarakat di dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang akan dicapai oleh suatu perekonomian. Ketiga, insabilitas dalam perekonomian bahwa besaran investasi ditentukan oleh suku bunga dan efisiensi marjinal investasi. Keempat, harga dan buruh upah yang kaku. Kelima, kebijaksanaan fiscal dan moneter yang aktif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar