Senin, 13 April 2026

Ekonomi Islam


Pengertian

Ekonomi Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama islam dan di dasari dengan tauhid sebagaimana di rangkum dalam rukun iman dan rukun islam.

a. Muhammad Abdul Manan

Islamic economics is a sosial science which studies the economics problems of a people imbued with the values of Islam. Jadi, menurut Abdul Manan ilmu ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

 

b. M. Umer Chapra

Islami economics was defined as that branch which helps realize human well-being through and allocation and distribution of scarce resources that is inconfinnity with Islamic teaching without unduly curbing Individual fredom or creating continued macroeconomic and ecological imbalances. Jadi, menurut Chapra ekonomi Islam adalah sebuah pengetahuan yang membantu upaya relisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memeberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan. 

 

c. Syed Nawab Haider Naqvi

Ilmu ekonomi Islam, singkatnya merupakan kajian tentang perilaku ekonomi orang Islam representatif dalam masyarakat muslim moderen.

 

 

Prinsip dan Tujuan Ekonomi Islam


Choudhury (1986) menjelaskan prinsip-prinsip yang terdapat pada ekonomi Islam :

1.Prinsip tauhid dan persaudaraan
2.Prinsip bekerja dan produktivitas
3.Prinsip distribusi kekayaan yang adil



Rancang Bangun Ekonomi Islam

 

 

 

 

 

Mazhab dalam Ekonomi Islam

            1. Mazhab Iqtishaduna : Mazhab ini dipelopori oleh Baqir as-sadr. Mazhab ini berpendapat bahwa ilmu ekonomi tidak bisa berjalan seirama dengan Islam. Kedua hal ini tidak akan bisa disatukan karena berasal dari pengertian dan filosofi yang berbeda. Konsep satu anti-Islam (anti Tuhan) dan yang satu lagi Islam (Tuhan). Perbedaan pengertian dan filosofi ini akan berdampak pada perbedaan cara pandang yang digunakan dalam melihat suatu masalah ekonomi.

2. Mazhab Mainstream : Mazhab ini setuju bahwa masalah ekonomi muncul karena sumber daya yang terbatas yang dihadapkan pada keinginan manusia yang tidak terbatas. Dalil yang digunakan Adalah Qs. Al-Baqarah ayat 155. Sedangkan, keinginan manusia yang tidak terbatas dianggap sebagai hal yang alamiah dan bersifat sunnatullah. Dalil yang digunakan Adalah Qs At-Takaatsur ayat 1-5. 

2. MazhabAlternatif-Kritis: Mazhab ini dipelopori oleh Timur Kuran, Jomo, Muhammad Arif, dll. Mazhab ini mengkritik kedua mazhab sebelumnya. Mazhab pertama dikritik sebagai mazhab yang berusaha untuk menemukan sesuatu yag baru yang pada hakikat aslinya sudah ditemukan oleh orang lain. Sedangkan mazhab kedua dikritik sebagai jiplakan dari ekonomi konvensional dengan menghilangkan variabel riba dan memasukkanvariabel zakat serta niat.

 

 

 

Prinsip Ekonomi Islam

Tidak melakukan penimbunan (Ihtikar)

  Penimbunan, dalam bahasa Arab disebut dengan al-ihtikar. Secara umum, ihtikar dapat diartikan sebagai tindakanpembelian barang dagangan dengan tujuan untuk menahan atau menyimpan barang tersebut dalam jangka waktu yang lama, sehingga barang tersebut dinyatakan barang langka dan berharga mahal.

Tidak melakukan monopoly’s rent

  Monopoli adalah kegiatan menahan keberadaan barang untuk tidak dijual atau tidak diedarkan di pasar, agar haraganya menjadi mahal

 

Menghindari jual-beli yang diharamkan

  Sesungguhnya, Allah swt menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba

  Dalam surat Al-Baqarah yang telah disebutkan di atas, sangat jelas bahwa Allah swt sangat melarang adanya unsur riba. Sejatinya, segala kegiatan jual-beli yang sesuai dengan prinsip Islam, adil, halal, dan tidak merugikan salah satu pihak adalah jual-beli yang sangat di ridhai oleh Allah swt. Karena sesungguhnya bahwa segala hal yang mengandung unsur kemungkaran, dan kemaksiatan adalah haram hukumnya.

 


Perbedaan Ekonomi Islam dan Konvensional

1. Rasionalitas dalam ekonomi konvensional adalah rational economics man yaitu tindakan individu dianggap rasional jika bertumpu pada kepentingan diri sendiri (self interest) yang menjadi satu-satunya tujuan bagi seluruh aktivitas. Ekonomi konvensional mengabaikan moral dan etika dan hanya sebatas kepentingan di dunia tanpa memikirkan kepentingan di akhirat. Sedangkan ekonomi Islam hendak membentuk manusia ekonomi yang berkarakter Islami atau Islamic economic man. Islamic economic man dianggap perilakunya rasional jika konsisten dengan prinsip-prinsip Islam yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang seimbang. Tauhidnya mendorong untuk senantiasa yakin bahwa Allah lah yang berhak membuat rules untuk mengantarkan kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat.

 

 

Filsafat Ekonomi Islam

 

Ekonomi Islam adalah sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang di simpulkan Al qur’an dan As-sunnah dan merupakan bangunan perekonomian yang didirikan atas landasan dasar-dasar tersebut sesuai dengan lingkungan dan masanya.
 
Bangunan Ekonomi Islam didasarkan pada fondasi utama (ontologi) dari fondasi ini muncul berbagai prinsip derivatif sebagai pilar ekonomi Islam yaitu tauhid. Fondasi berikutnya, adalah syariah dan akhlak. Pengamalan syariah dan akhlak merupakan refleksi dari tauhid. Landasan tauhid yang tidak kokoh akan mengakibatkan implementasi syariah dan akhlak terganggu.
 
 Nilai-nilai filosofis yang ada dalam ekonomi islam merupakan fondasi dari munculnya prinsip-prinsip ekonomi islam yang menjadi acuan dalam seluruh aktivitas ekonomi dalam islam. berikut prinsip-prinsip ekonomi islam yaitu (Sanrego dan Ismail, 2015) :

1. Tauhid

Prinsip tauhid dikembangkan dari adanya keyakinan, bahwa seluruh sumber daya yang ada dibumi adalah ciptaan dan milik Allah Swt, sedangkan manusia hanya diberi amanah untuk memiliki , mengelola, dan memanfaatkan nya untuk sementara. Prinsip tauhid juga dikembangkan dari keyakinan, bahwa segala aktivitas manusia termasuk aktivitas ekonomi diawasi oleh Allah Swt, dan akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak.

 

2. Akhlak

Prinsip akhlak merupakan bentuk dari pengamalan sifat-sifat utama yang dimiliki oleh nabi dan rasul-Nya, yang juga lilakukan dalam seluruh kegiatan ekonomi, yaitu shidiq (jujur), tabligh (menyampaikan kebenaran), amanah (dapat dipercaya), dan fathanah (intelek),yang dipopulerkan dengan istilah STAF.

3. Keseimbangan

Prinsip keseimbangan juga merupakan nilai dasar yang dapat mempengaruhi berbagai aspek tingkah laku ekonomi seorang muslim. Asas keseimbangan dalam ekonomi terwujud dalam kesederhanaan, hemat dan menjauhi pemborosan serta tidak bakhil.

4. Kebebasan individu

Kebebasan ekonomi adalah tiang utama dalam struktur ekonomi islam, karena kebebasan ekonomi bagi setiap individu akan menciptakan mekanisme pasar dalam perekonomian yang adil. Kebebasan dalam ekonomi merupakan implikasi dari prinsip tanggung jawab individu terhadap aktivitas kehidupannya termasuk aktivitas ekonomi.

5. Keadilan

Prinsip keadilan merupakan dasar, sekaligus tujuan semua tindakan manusia dalam kehidupan, termasuk juga dalam aktivitas ekonomi.

 

 

 

 

 
 
 
 

  

 

 

 

 

 
 

 

 

 
 

  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Motivasi Konsumen

Konsep-konsep Dasar: Motivasi? Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu . Proses yang menyebabkan orang me...