Pengertian Proyek dan Evaluasi Proyek
Gittinger (1982) : proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan uang/biaya-biaya dengan harapan akan memperoleh hasil.
Gittinger (1982) : proyek pertanian adalah suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang-barang kapital yang dapat menghasilkan keuntungan-keuntungan atau manfaat-manfaat setelah beberapa periode waktu.
Gray (1992) : proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumber-sumber untuk mendapatkan manfaat (benefit).
Dari pengertian proyek di atas, kita dapat mengambil beberapa kata kunci: kegiatan, investasi, sumber daya, dan manfaat.
Kegiatan dalam suatu proyek terbagi menjadi dua: kegiatan investasi dan kegiatan produksi.
Kegiatan investasi : merupakan kegiatan yang melibatkan sejumlah modal (capital) yang dikeluarkan sekarang (saat ini) dengan harapan menghasilkan manfaat di kemudian hari atau masa yang akan datang.
Kegiatan produksi : adalah kegiatan yang dilakukan secara kontinu setiap waktu selama kegiatan proyek berlangsung.
Kuntjoro (2002) : evaluasi proyek merupakan penelaahan atau analisis tentang apakah suatu proyek investasi itu dapat berhasil atau tidak apabila dilaksanakan.
Squire, L dan Herman, G. Van Der Tak (1975) : evaluasi proyek adalah studi untuk menaksir dan menganalisis manfaat-manfaat dan biaya-biaya dari suatu proyek. Evaluasi proyek ini sering disebut dengan analisis manfaat dan biaya (Benefit Cost Analysis).
Tujuan dan manfaat analisis proyek (Gray, et. al., 1992) :
Aspek-Aspek Persiapan dan Analisis Proyek
Aspek yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan dan menganalisis proyek (Gittinger, 1986):
Siklus Proyek (Project Cycle)
Siklus proyek ini merupakan tahap- tahap atau urut-urutan yang dilalui di dalam kegiatan suatu proyek yang meliputi:
5. Evaluasi, merupakan tahap penilaian.
Konsep Dasar Analisis Manfaat dan Biaya
Evaluasi proyek atau analisis manfaat dan biaya dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu analisis finansial/privat dan analisis ekonomi/social dan keduanya saling melengkapi (complementary) (Kadariah, 1988).
Analisis finansial adalah analisis yang melihat layak atau tidaknya suatu proyek berdasarkan atau dilihat dari sudut pandang orang-orang atau badan- badan yang terlibat langsung atau berkepentingan langsung dalam suatu proyek.
Analisis ekonomi adalah analisis yang melihat layak atau tidaknya suatu proyek dilihat dari sudut pandang masyarakat secara keseluruhan (negara) termasuk orang-orang yang tidak berkaitan langsung dengan proyek.
Pada dasarnya, perhitungan dalam analisis finansial/privat dan analisis ekonomi/sosial berbeda menurut harga, pembayaran transfer, dan bunga.
Identifikasi Biaya dan Manfaat
Analisis proyek mencoba untuk menentukan dan menilai biaya-biaya dan manfaat-manfaat yang akan timbul dengan adanya proyek dan membandingkannya dengan kondisi tanpa proyek. Anda harus membedakan pengertian “dengan dan tanpa” proyek dengan “sebelum dan sesudah” proyek. Perbandingan sebelum dan sesudah proyek tidak menghitung perubahan-perubahan yang akan muncul tanpa pelaksanaan proyek sehingga akan menyebabkan kesalahan dalam mengartikan manfaat investasi proyek. Beberapa kasus di bawah ini akan menjelaskan mengenai konsep “dengan dan tanpa” proyek.
Pengertian Biaya dan Manfaat Proyek
Biaya merupakan pengeluaran atau pengorbanan yang dapat menimbulkan pengurangan terhadap tujuan atau manfaat yang diterima, sedangkan manfaat adalah segala sesuatu yang membantu suatu tujuan atau memberikan manfaat (Gittinger, 1986).
Biaya proyek
Biaya yang diperhitungkan dalam analisis proyek adalah biaya-biaya yang dapat dikuantifikasi/dihitung (tangible cost) atau berpengaruh langsung terhadap suatu proyek, seperti biaya investasi, biaya operasional, dan biaya lainnya.
Biaya investasi adalah biaya yang penggunaannya bersifat jangka panjang yang meliputi biaya untuk tanah dan pengembangan lokasi, biaya untuk bangunan dan perlengkapannya, biaya untuk pabrik dan mesin-mesin, dan biaya lainnya (penelitian dan pelatihan). Biaya operasional atau disebut juga biaya modal kerja merupakan biaya yang diperuntukkan dari mulai proyek dilaksanakan yang didasarkan pada proses produksi yang dilaksanakan.
Manfaat proyek
Manfaat dalam analisis proyek bisa berupa manfaat langsung (direct benefit) dan manfaat tidak langsung (indirect benefit).
Manfaat langsung adalah manfaat yang dapat dirasakan dan dapat diukur sebagai akibat adanya investasi. Manfaat yang dimasukkan atau diperhitungkan dalam analisis proyek adalah manfaat yang dapat dihitung/dikuantifikasikan (tangible benefit), sedangkan manfaat yang tidak dapat dihitung (intangible benefit) dimasukkan/diperhitungkan sebagai manfaat yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan layak atau tidaknya suatu proyek.
Manfaat tidak langsung (indirect benefit), yaitu manfaat yang secara nyata diperoleh secara tidak langsung dari adanya suatu proyek dan bukan merupakan tujuan utama dari suatu proyek.
Ruang Lingkup dan Keterbatasan Analisis Manfaat Biaya
Pihak-pihak yang umumnya memerlukan evaluasi proyek atau analisis manfaat biaya adalah:
Bagi pihak investor: analisis manfaat biaya ditujukan untuk melakukan penilaian dari suatu proyek untuk menjadi masukan yang berguna karena sudah mengkaji berbagai aspek, seperti aspek pasar, aspek teknis, aspek institusional-organisasi-manajerial, aspek sosial, aspek komersial, dan aspek finansial secara komprehensif dan detail sehingga dapat dijadikan dasar bagi investor untuk membuat keputusan investasi secara lebih objektif.
Bagi kreditor/bank: analisis manfaat biaya dipakai untuk melakukan penilaian terhadap segi keamanan dana yang dipinjamkan apakah proyek mempunyai kemampuan untuk mengembalikan atau tidak.
Bagi analis: analisis manfaat biaya adalah suatu alat yang berguna yang dapat dipakai sebagai penunjang kelancaran tugas-tugasnya dalam melakukan penilaian suatu proyek baru, proyek pengembangan atau menilai kembali proyek yang sudah ada.
Bagi masyarakat: hasil studi analisis manfaat biaya merupakan suatu peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian rakyat baik yang terlibat langsung maupun muncul diakibatkan adanya nilai tambah sebagai akibat dari adanya proyek tersebut.
Bagi pemerintah: analisis manfaat biaya ini dapat dipakai untuk menilai manfaat proyek bagi perekonomian nasional. Apakah proyek tersebut dapat meningkatkan pendapatan daerah/negara atau dapat bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.
Agar analisis manfaat biaya ini dapat mencapai sasaran dari berbagai pihak, tentu saja studi yang dilakukan harus memenuhi beberapa persyaratan berikut:
Faktor-faktor yang memengaruhi intensitas analisis manfaat biaya ini antara lain.
Besar/kecilnya dana investasi yang tersedia untuk diinvestasikan. Semakin besar dana yang diinvestasikan, semakin mendalam analisis yang dilakukan.
Adanya ketidakpastian hasil proyek. Hal ini disebabkan karena sukarnya memprediksi hasil atau biaya yang pasti. Hal ini sangat penting terutama apabila proyek yang dilakukan merupakan proyek yang benar-benar baru. Oleh karena itu, dalam analisisnya perlu dilakukan berbagai kemungkinan perubahan yang terjadi dengan melakukan analisis sensitivitas atau switching value.
Adanya kompleksitas komponen-komponen yang saling berpengaruh dalam aktivitasnya. Oleh karena itu, untuk mencegah terhentinya suatu proses kegiatan proyek atau menjadikan proyek tidak efisien. Semakin kompleks keterkaitan komponen-komponen tersebut maka semakin mendalam dan perlu kehatian-hatian dalam analisisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar