Berikut penjelasan Shifat (الصفة) dalam bahasa Arab dari sisi fungsi dan pembentukannya, disusun ringkas tapi lengkap.
1. Fungsi Shifat (الصفة)
Shifat berfungsi untuk menjelaskan atau menerangkan isim (maushūf). Secara rinci fungsinya:
a. Menjelaskan sifat atau keadaan
Contoh:
رَجُلٌ صَالِحٌ
(Seorang laki-laki yang saleh)
b. Mengkhususkan (تخصيص)
Memberi batasan pada isim yang umum.
Contoh:
طَالِبٌ مُجْتَهِدٌ
(Siswa yang rajin)
c. Menentukan (تعيين)
Menjelaskan isim ma‘rifah agar lebih spesifik.
Contoh:
الطَّالِبُ الْجَدِيدُ
(Siswa yang baru)
d. Pujian atau celaan
-
رَجُلٌ كَرِيمٌ (pujian)
-
خُلُقٌ سَيِّئٌ (celaan)
2. Pembentukan Shifat (تكوين الصفة)
Shifat selalu berupa isim dan mengikuti maushūf dalam 4 hal:
-
I‘rāb
-
Jenis (mudzakkar / muannats)
-
Jumlah (mufrad / mutsanna / jamak)
-
Ma‘rifah–nakirah
3. Bentuk-bentuk Shifat yang Umum
a. Isim Sifat (اسم صفة)
Kata sifat langsung.
-
كَبِيرٌ (besar)
-
صَغِيرٌ (kecil)
Contoh:
بَيْتٌ كَبِيرٌ
b. Isim Fā‘il (اسم فاعل)
Menunjukkan pelaku.
Pola: فَاعِل
-
كَاتِبٌ (yang menulis)
-
مُجْتَهِدٌ (yang bersungguh-sungguh)
Contoh:
طَالِبٌ مُجْتَهِدٌ
c. Isim Maf‘ūl (اسم مفعول)
Menunjukkan objek.
Pola: مَفْعُول
-
مَكْتُوبٌ (yang ditulis)
-
مَفْتُوحٌ (yang dibuka)
Contoh:
بَابٌ مَفْتُوحٌ
d. Shifah Musyabbahah (الصفة المشبهة)
Menunjukkan sifat tetap.
-
جَمِيلٌ (indah)
-
طَوِيلٌ (tinggi)
-
قَوِيٌّ (kuat)
Contoh:
رَجُلٌ طَوِيلٌ
e. Shifat berupa jumlah (kalimat)
Shifat bisa berupa:
-
Jumlah fi‘liyah
-
Jumlah ismiyah
Contoh:
جَاءَ رَجُلٌ يَحْمِلُ حَقِيبَةً
(Seorang laki-laki yang membawa tas)
4. Catatan Penting
-
Shifat tidak boleh mendahului maushūf
-
Jika maushūf ma‘rifah → shifat juga ma‘rifah
-
Jika maushūf nakirah → shifat nakirah
5. Ringkasan Super Singkat
-
Fungsi: menjelaskan, mengkhususkan, memuji/mencela
-
Pembentukan: isim + mengikuti maushūf (4 hal)
-
Bentuk: kata sifat, isim fā‘il, isim maf‘ūl, shifah musyabbahah, jumlah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar