Senin, 19 Mei 2025

Rangkuman Dari Dokumen “PAPSI BPRS – Akad Jual Beli: Istishna (hal. 32–37)”

 

📘 1. Definisi Akad Istishna

  • Istishna adalah akad jual beli berbasis pemesanan barang tertentu sesuai spesifikasi, antara pemesan (mustashni') dan pembuat (shani').

  • Istishna paralel: Bank membuat akad kedua dengan pihak ketiga untuk memenuhi pesanan dari nasabah.

  • Pembiayaan Istishna: Bank menyediakan dana untuk pembuatan barang, lalu menjual kembali kepada nasabah dengan harga lebih tinggi (mengandung margin keuntungan yang disepakati).


📜 2. Dasar Pengaturan

  • Mengacu pada:

    • SAK ETAP

    • PSAK No. 104: Akuntansi Istishna


📌 3. Karakteristik dan Ketentuan Akad

  • Harga dan spesifikasi disepakati di awal, tidak bisa diubah sepihak.

  • Barang harus sesuai kriteria: jenis, jumlah, mutu.

  • Akad dapat dibatalkan hanya jika:

    • Disepakati kedua belah pihak.

    • Ada alasan hukum sah yang menghalangi akad.

  • Pembayaran dapat dilakukan:

    • Di muka penuh/sebagian.

    • Saat penyerahan barang.

    • Secara bertahap (termin).

    • Ditangguhkan.

  • Pendapatan diakui dengan:

    • Metode persentase penyelesaian

    • Metode akad selesai

  • Jika estimasi tidak pasti, digunakan metode akad selesai.


💰 4. Perlakuan Akuntansi

a. Pengakuan dan Pengukuran

  • Uang muka nasabah → kewajiban.

  • Uang muka ke supplier → aset lainnya.

  • Tagihan parsial ke nasabah → diakui sebagai Piutang Istishna.

  • Piutang non-performing → wajib dibuat Penyisihan Penghapusan Aset.

b. Penyajian di Laporan Keuangan

  • Aset Istishna Dalam Penyelesaian

  • Termin Istishna

  • Marjin Istishna Ditangguhkan

  • Pendapatan Marjin Istishna

  • Utang Istishna

  • Piutang Istishna

  • Penyisihan kerugian piutang Istishna


🧾 5. Ilustrasi Jurnal

Contoh jurnal meliputi:

  • Penerimaan uang muka dari nasabah.

  • Pembayaran dan penerimaan barang dari supplier.

  • Penagihan termin dan pembayaran oleh nasabah.

  • Pengakuan pendapatan.

  • Pembentukan & koreksi penyisihan piutang macet.


🗂️ 6. Pengungkapan Wajib

  • Rincian piutang dan utang Istishna (jumlah, waktu, kualitas).

  • Piutang kepada pihak berelasi.

  • Kebijakan pendapatan & penghapusan piutang.

  • Nilai kontrak Istishna dan Istishna paralel.

  • Progres penyelesaian, nilai akumulasi biaya, sisa kontrak berjalan.

  • Jenis dan jumlah barang pesanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembentukan Kalimat Dari Bilangan

  Berikut penjelasan Pembentukan Kalimat dari Bilangan (‘Adad & Ma‘dūd) dalam bahasa Arab, disusun praktis langkah-demi-langkah supaya...