ð Rangkuman Modul 7 – Sistem Manajemen Kinerja
ð¯ 1. Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Input
Fokus pada penilaian terhadap faktor-faktor awal (input) dalam proses kerja, seperti kemampuan, sikap, dan perilaku kerja.
ðª 2. Metode Peringkat Paksa (Forced Ranking)
-
Merupakan metode paling sederhana, mudah, dan murah.
-
Menilai karyawan dalam bentuk kurva lonceng, yang terbagi dalam 5 kategori:
-
Istimewa
-
Bagus
-
Rata-rata
-
Kurang
-
Buruk
-
ð 3. Metode GRS (Graphic Rating Scale)
-
Fokus pada input dalam kerangka input-proses-output.
-
Paling populer di kalangan praktisi SDM.
-
Kelebihan:
-
Mudah dipahami dan digunakan.
-
Skala mudah dibuat (huruf atau angka).
-
Komentar tertulis mengurangi efek halo.
-
-
Efek halo: penilaian bias karena hanya terfokus pada satu aspek karyawan.
ðšð§ 4. Metode Proper Man (BARS – Behaviorally Anchored Rating Scale)
-
Fokus pada perilaku nyata (behavior), bukan ciri kepribadian.
-
Kelebihan:
-
Mendorong peningkatan kualitas SDM secara berkesinambungan.
-
Meningkatkan output secara kualitas dan kuantitas.
-
-
Kelemahan:
-
Sulit dalam penyusunan.
-
Rentan terhadap subjektivitas dan KKN.
-
ð 5. Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Sasaran (MBO/MBS)
MBO (Management by Objectives) atau MBS (Manajemen Berdasarkan Sasaran):
-
Atasan dan bawahan bersama menetapkan sasaran kerja yang harus dicapai dalam waktu tertentu.
-
Bawahan diberi tanggung jawab penuh atas pencapaian tersebut.
Langkah-langkah dalam MBO:
-
Meneliti ruang lingkup tugas dan tanggung jawab.
-
Menetapkan sasaran kuantitatif bersama.
-
Menyusun action plan.
-
Melakukan pemantauan dan penilaian tahunan.
-
Konseling atasan-bawahan.
-
Pelaporan hasil penilaian ke perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar