Selasa, 25 November 2025

Fa’il dan Maf’ul Bih

 

Rangkuman Materi Fa’il dan Maf’ul Bih

1. Fa’il (Subjek dalam Jumlah Fi’liyyah)

Pengertian:
Fa’il adalah isim marfū‘ (dibaca rafa’) yang terletak setelah fi’il (kata kerja) dan menunjukkan pelaku suatu perbuatan.

Ketentuan Fa’il:

  • Selalu marfū‘ (rafa’) → tandanya: dhammah, kadang alif atau waw.

  • Terletak setelah fi’il ma‘lūm (kata kerja aktif).

  • Fi’il tetap berbentuk mufrad (tunggal) meskipun fa’il jamak atau mutsanna.

  • Jika fa’il mu’annats, fi’il diberi tambahan tā’ ta’nīts.

  • Bentuk fa’il dapat berupa:

    • Isim zhahir (nama jelas): tunggal, ganda, jamak.

    • Dhamir (kata ganti): bariz (muttashil/munfashil) atau mustatir.


2. Maf’ul Bih (Objek dalam Jumlah Fi’liyyah)

Pengertian:
Maf’ul bih adalah isim manshūb (dibaca nashab) yang menjadi sasaran pekerjaan dalam kalimat fi’liyyah.

Ketentuan Maf’ul Bih:

  • Hanya ada pada fi’il muta‘addī (kata kerja yang membutuhkan objek).
    Contoh: Ahmad membaca Al-Qur’anAl-Qur’an = maf’ul bih.

  • Jika objek tidak disebutkan, kalimat menjadi tidak sempurna.

  • Tanda nashab:

    • Fathah/fathatain, ya’, alif, dll sesuai bentuk isim.

  • Bentuk maf’ul bih dapat berupa:

    • Isim zhahir.

    • Isim dhamir: munfashil atau muttashil.


Perbedaan Singkat

Bagian Kalimat Fa’il Maf’ul Bih
Fungsi Pelaku Sasaran perbuatan
Posisi Setelah fi’il Setelah fa’il/akhir kalimat fi’liyyah
Harakat Rafa’ (dhammah) Nashab (fathah)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembentukan Kalimat Dari Bilangan

  Berikut penjelasan Pembentukan Kalimat dari Bilangan (‘Adad & Ma‘dūd) dalam bahasa Arab, disusun praktis langkah-demi-langkah supaya...