RANGKUMAN RISIKO DALAM INVESTASI
1. Pengertian Risiko
Risiko adalah kemungkinan terjadinya hasil yang tidak menguntungkan di masa mendatang. Risiko muncul karena ketidakpastian arus kas atau hasil investasi yang bisa berbeda dari nilai yang diharapkan (expected value). Secara statistik diukur dengan deviasi standar.
2. Kategori Risiko
-
Certainty
Kondisi masa depan dapat diprediksi dengan pasti. -
Uncertainty
Banyak pilihan keputusan, tetapi kurang informasi atau pengalaman untuk memilih. -
Under Risk
Ada beberapa pilihan, namun pengambil keputusan memiliki pengetahuan untuk menilai pilihan terbaik.
3. Operating Risk (Risiko Operasional)
Risiko muncul karena struktur biaya perusahaan, terutama:
-
Biaya tetap (fixed cost) → tidak berubah walau aktivitas berubah.
-
Biaya variabel → berubah sesuai aktivitas.
Adanya operating leverage membuat perubahan kecil dalam penjualan bisa berdampak besar pada laba operasi.
4. Risiko dan Ketidakpastian Arus Kas
-
Arus kas masa depan tidak pasti, sehingga dihitung menggunakan nilai harapan (expected value).
-
Semakin besar deviasi standar arus kas → semakin berisiko proyek tersebut.
-
Pola risiko arus kas dapat:
-
Independen (tidak berkorelasi)
-
Berkorelasi sempurna
-
5. Risiko dalam Perspektif CAPM
Model CAPM (Capital Asset Pricing Model) menunjukkan bahwa:
-
Semakin besar risiko, semakin besar tingkat keuntungan yang diminta investor.
-
Risiko diukur dengan beta (β).
-
Perusahaan dengan:
-
Operating leverage tinggi
-
Siklikalitas tinggi
akan memiliki beta yang tinggi → artinya risiko tinggi.
-
6. Diversifikasi Bisnis
Diversifikasi dilakukan untuk meratakan risiko, meningkatkan profit, dan menghindari ketergantungan pada satu produk/segmen. Tujuan diversifikasi:
-
Pertumbuhan dan nilai tambah
-
Mengurangi risiko
-
Mencegah monopoli pesaing
-
Mencapai sinergi
-
Mengendalikan pemasok/distributor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar