Kamis, 06 November 2025

“Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPPM) terhadap Eksposur Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Bank Syariah” oleh Suci Maughfiroh:

 

🧭 Tujuan Penelitian

Menganalisis Rasio Kecukupan Modal Minimum (KPPM) atau Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) pada BNI Syariah tahun 2018, untuk menilai kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban permodalannya dan menghadapi risiko dari aset yang dimiliki.


💡 Latar Belakang

  • Modal adalah unsur vital bagi bank sebagai pendorong aktivitas operasional dan penopang kepercayaan masyarakat.

  • Kesehatan bank diukur antara lain melalui rasio kecukupan modal (CAR).

  • Berdasarkan standar internasional Bank for International Settlements (BIS), bank harus memiliki CAR minimal 8%.

  • Bank Indonesia juga menerapkan ketentuan ini untuk menilai kesehatan bank.


⚙️ Metode Penelitian

  • Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.

  • Data diperoleh dari laporan keuangan BNI Syariah tahun 2018.

  • Analisis dilakukan dengan menghitung perbandingan antara modal dan cadangan terhadap aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).


📊 Hasil Penelitian

Data BNI Syariah tahun 2018:

  • Modal Inti (Tier 1): Rp 3,917 triliun

  • Modal Pelengkap (Tier 2): Rp 118 miliar

  • Total Modal: Rp 4,036 triliun

  • Total ATMR: Rp 20,979 triliun

Perhitungan:

CAR=4.036.74820.979.128×100%=19,24%CAR = \frac{4.036.748}{20.979.128} \times 100\% = 19,24\%

Hasil ini melebihi standar minimum 8%, sehingga BNI Syariah dikategorikan bank sehat.


🧾 Pembahasan

  • Modal bank terdiri dari:

    • Modal Inti (Tier 1): modal disetor, laba ditahan, cadangan umum, dll.

    • Modal Pelengkap (Tier 2): cadangan revaluasi, cadangan penghapusan aktiva produktif, dan modal kuasi.

  • ATMR adalah aktiva yang dikalikan dengan bobot risiko (0%–100%) sesuai ketentuan BIS.

  • Semakin tinggi CAR, semakin kuat kemampuan bank menanggung risiko dan melakukan ekspansi.


📈 Temuan Penting

  • CAR BNI Syariah 2018 sebesar 19,24% → jauh di atas ketentuan BIS.

  • Bank Indonesia mencatat rata-rata CAR perbankan nasional akhir 2018 sebesar 23,32%, artinya BNI Syariah masih sedikit di bawah rata-rata industri namun tetap sangat sehat.

  • Risiko utama bagi BNI Syariah terletak pada sektor pembiayaan (kredit) berbasis bagi hasil (mudharabah) yang sangat bergantung pada sektor riil.


💬 Rekomendasi

Untuk memperkuat permodalan dan menjaga CAR, BNI Syariah disarankan:

  1. Inovasi produk penghimpunan dana yang benar-benar sesuai prinsip syariah dan lebih efisien secara digital.

  2. Meningkatkan kepercayaan investor melalui transparansi kinerja dan bukti pertumbuhan nyata.

  3. Memperluas kerja sama (MoU) dengan berbagai instansi, termasuk bank luar negeri, untuk memperkuat struktur modal.


Kesimpulan

  • BNI Syariah memiliki CAR 19,24%, melebihi standar minimum 8% dari BIS → tergolong bank sehat.

  • Namun, peningkatan rasio KPPM tetap diperlukan agar kemampuan bank menghadapi risiko dan ekspansi usaha semakin kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembentukan Kalimat Dari Bilangan

  Berikut penjelasan Pembentukan Kalimat dari Bilangan (‘Adad & Ma‘dūd) dalam bahasa Arab, disusun praktis langkah-demi-langkah supaya...