Senin, 05 Oktober 2026

E-Business & Manajemen Operasi


1. Perbedaan Purchasing dan Procurement

  • Purchasing (Pembelian): Merupakan proses memperoleh suatu barang atau produk untuk kebutuhan operasional perusahaan, baik melalui pembelian maupun penyewaan. Prosesnya mencakup perencanaan, pemilihan pemasok (supplier), bidding, negosiasi, dan transaksi jual-beli.

  • Procurement (Pengadaan): Merupakan kegiatan yang lebih luas untuk memenuhi ketersediaan barang, mesin, peralatan, dan jasa bagi perusahaan. Alur proses pengadaan meliputi: pengakuan kebutuhan, daftar permintaan, peninjauan permintaan, proses permohonan (quotation), evaluasi dan kontrak, manajemen pesanan, persetujuan faktur, dan pencatatan arsip.

  • E-Procurement: Adalah proses pengadaan secara elektronik yang memusatkan dan mengotomatiskan interaksi melalui software atau web. Keunggulannya meliputi otomatisasi tugas, alur kerja yang lebih baik, visibilitas data, dan integrasi dengan sistem ERP. Komponen utamanya adalah manajemen pemasok, Source-to-contract (S2C), Procure-to-pay (P2P), dan analitik.

2. Distribusi Online (E-Distribution)

  • Distribusi online adalah pengiriman konten media digital atau perangkat lunak melalui internet.

  • Karakteristik pendistribusian ini adalah sifatnya yang langsung kepada konsumen (B2C), akses pasar yang lebih luas, dan biaya operasional yang lebih hemat karena tidak membutuhkan media fisik.

  • Untuk perangkat lunak, terdapat dua pendekatan utama dalam distribusinya: model pembelian langsung (pembayaran untuk versi lengkap) dan model versi percobaan atau trial.

3. Pengelolaan Sistem E-Business (CRM & SCM)

  • Customer Relationship Management (CRM): CRM adalah teknologi serta strategi bisnis untuk mengelola hubungan dengan pelanggan dan mengoptimalkan nilai jangka panjang perusahaan. Keuntungan CRM adalah perusahaan memiliki basis data sentral terkait riwayat interaksi dan pembelian pelanggan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif. Komponen utama CRM di antaranya pemasaran, otomatisasi tenaga penjualan, layanan pelanggan, teknologi geolokasi, hingga kecerdasan buatan dan integrasi software.

  • Supply Chain Management (SCM): SCM merupakan proses mengelola rantai pasokan dari bahan mentah, produksi, hingga pengiriman barang ke tangan konsumen akhir. Komponen SCM terdiri dari perencanaan, sourcing (pencarian pemasok), pembuatan, pengiriman, dan pengembalian. SCM yang berjalan baik dapat mengoptimalkan harga secara dinamis, mengelola inventaris, dan memprediksi kendala sebelum terjadi.

4. Pengelolaan Sumber Daya E-Business

  • Learning Organisation (Organisasi Pembelajaran): Merupakan organisasi di mana anggotanya terus-menerus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka guna menghadapi perubahan global dan ketidakpastian lingkungan. Kunci suksesnya adalah menciptakan lingkungan kerja yang menarik, membangun budaya berbagi pengetahuan, dan memiliki pemimpin yang terus mendukung pembelajaran.

  • Pengelolaan Risiko Perusahaan: Manajemen risiko adalah metodologi terstruktur untuk mengelola ketidakpastian, ancaman, atau hambatan bisnis. Risiko dapat diklasifikasikan menjadi risiko sistematis dan non-sistematis, serta risiko spekulatif (bisnis) dan risiko murni. Perusahaan dapat mengelola risiko melalui empat cara utama: menghindari risiko, mengurangi (mitigasi) risiko, mentransfer risiko ke pihak lain (seperti asuransi), atau menangguhkan/menerima risiko tersebut.

Manajemen E-Bisnis di Bidang Manajemen Operasi


  • Purchasing (Pembelian): Kegiatan untuk memperoleh produk (membeli atau menyewa) guna memenuhi operasional perusahaan. Tahapannya meliputi: Perencanaan ➔ Memilih supplier ➔ Bidding ➔ Negosiasi ➔ Transaksi.

  • Procurement & E-procurement (Pengadaan): Kegiatan pemenuhan ketersediaan barang, mesin, peralatan, dan jasa bagi perusahaan. Jika dilakukan secara elektronik (melalui internet dan software), disebut E-procurement. Prosesnya lebih panjang, mencakup pengenalan kebutuhan, persetujuan anggaran, request penawaran, negosiasi & kontrak, hingga pembayaran tagihan dan pencatatan.

  • CRM (Customer Relationship Management): Teknologi pengelola hubungan dan interaksi dengan pelanggan/calon pelanggan. Fungsinya adalah menyimpan informasi pelanggan serta riwayat pembelian/transaksi mereka.

  • SCM (Supply Chain Management): Proses panjang mulai dari mencari bahan mentah, pembuatan produk, hingga pengiriman produk/layanan ke pelanggan dengan tujuan meningkatkan kinerja rantai pasokan.

Sabtu, 03 Oktober 2026

Dalil Hukum Islam yang Disepakati: Ijma' dan Qiyas.


RANGKUMAN: DALIL HUKUM ISLAM YANG DISEPAKATI (IJMA' DAN QIYAS)

Dalil hukum Islam secara hierarki terdiri dari Al-Qur'an, Hadis, Ijma', dan Qiyas. Materi ini berfokus pada dua dalil terakhir, yaitu Ijma' dan Qiyas, yang digunakan ketika suatu perkara tidak ditemukan hukumnya secara langsung dalam Al-Qur'an dan Hadis.

BAGIAN 1: IJMA'

1. Pengertian Ijma'

  • Secara Bahasa: Kesepakatan, setuju, atau tekad yang bulat.

  • Secara Istilah: Kesepakatan semua mujtahid dari umat Islam pada suatu masa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW terhadap suatu hukum syara' yang bersifat praktis (amaliyah).

2. Syarat Terjadinya Ijma'

  • Harus disepakati oleh seluruh mujtahid pada masa itu (bukan sekadar mayoritas).

  • Hanya terjadi setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

  • Bersandar pada hukum syara' (Al-Qur'an, Hadis, atau Qiyas).

  • Mujtahid yang bersepakat harus menguasai bahasa Arab, ilmu Al-Qur'an, ilmu Hadis, ushul fiqh, terbebas dari bid'ah, dan memahami Maqashid Syariah (tujuan syariat).

3. Tingkatan Ijma'

  • Ijma' Sharih (Jelas): Kesepakatan dinyatakan secara lisan atau tulisan dengan alasan syar'i yang tegas. Kedudukannya qath'i (pasti/mengikat).

  • Ijma' Sukuti (Diam): Sebagian ulama menyatakan pendapat, dan ulama lain diam. Diamnya ini dianggap sebagai tanda setuju. Kedudukannya diperdebatkan (ada yang menganggap hujjah pasti, ada yang menolak).

4. Kedudukan Ijma' (Ke-hujjah-an)

  • Jumhur Ulama (Mayoritas): Menganggap Ijma' sebagai hujjah (dalil yang sah dan mengikat) berlandaskan Al-Qur'an (An-Nisa: 59 & 115) dan Hadis ("Umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan").

  • Menolak Ijma': Sebagian kelompok seperti Mu'tazilah, Khawarij, dan Syi'ah menganggap Ijma' bukan hujjah karena dinilai mustahil mengumpulkan dan menyatukan pendapat seluruh ulama di dunia.

5. Contoh Ijma'

  • Ibadah/Umum: Kewajiban salat 5 waktu, pengumpulan Al-Qur'an menjadi mushaf, larangan wanita muslimah menikah dengan pria non-muslim.

  • Ekonomi/Muamalah: Keharaman riba, kehalalan jual beli, dan larangan menjual barang yang belum ada wujudnya (bay' ma'dum).

BAGIAN 2: QIYAS

1. Pengertian Qiyas

  • Secara Bahasa: Mengukur, membandingkan, atau menyamakan.

  • Secara Istilah: Menetapkan hukum terhadap kasus baru (furu') yang tidak ada nash-nya, dengan menyamakannya pada kasus lama (ashl) yang sudah ada nash-nya, karena keduanya memiliki kesamaan alasan hukum ('illat).

2. Rukun-Rukun Qiyas (Ada 4)

  • Ashl: Kasus lama/pokok yang hukumnya sudah jelas di Al-Qur'an/Hadis.

  • Furu': Kasus baru yang sedang dicari hukumnya.

  • Hukm al-Ashl: Hukum dari kasus lama tersebut (misal: Haram, Wajib).

  • 'Illat: Alasan, sifat, atau penyebab munculnya hukum tersebut. (Kaidah: Hukum itu berputar bersama 'illat-nya).

3. Kedudukan Qiyas

  • Jumhur Ulama (Syafi'i, Hanafi, Hanbali, Maliki): Qiyas adalah hujjah (dalil) yang sah setelah Al-Qur'an, Hadis, dan Ijma'.

  • Mazhab Zhahiri: Menolak qiyas karena mereka hanya berpegang pada teks harfiah (tekstual) wahyu dan menolak penalaran analogis.

4. Pentingnya Qiyas di Era Modern
Qiyas sangat penting agar hukum Islam tidak stagnan dan bisa menjawab masalah kontemporer. Qiyas banyak digunakan oleh MUI dan Dewan Syariah Nasional (DSN).

  • Contoh Qiyas Umum: Menyamakan narkoba dengan khamr (minuman keras). 'Illatnya: sama-sama memabukkan/menghilangkan akal. Hukumnya: Narkoba menjadi Haram.

  • Contoh Qiyas Ekonomi: Menyamakan bunga bank dengan riba di masa lalu. 'Illatnya: sama-sama menindas/merugikan. Hukumnya: Haram.

  • Fatwa Modern: Hukum transaksi kripto, asuransi, e-commerce, dan zakat saham semuanya dirumuskan dengan menggunakan pendekatan Qiyas.

5. Penentuan 'Illat (Syarat Alasan Hukum)
Untuk menetapkan 'illat, tidak boleh sembarangan. Sifatnya harus jelas/nyata (empiris), dapat diukur secara tetap, tidak bertentangan dengan Al-Qur'an/Hadis, dan sejalan dengan Maqashid Syariah (membawa manfaat atau mencegah keburukan).

Jumat, 02 Oktober 2026

Metode Penelitian Ekonomi


Materi ini membahas tiga tahapan penting dalam perencanaan penelitian ekonomi untuk mata kuliah Teknik dan Analisis Ekonomi, yang meliputi pengumpulan data, penarikan sampel, dan penyusunan proposal.

1. Metode dan Alat Pengumpulan Data

  • Data merupakan rekam jejak peristiwa yang menjadi bahan bakar penelitian empiris.

  • Terdapat dua jenis data, yaitu Data Primer (diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi, eksperimen) dan Data Sekunder (bersumber dari BPS, BI, IMF, World Bank).

  • Metode untuk mengumpulkan data meliputi publikasi, observasi (pengamatan langsung), eksperimen, dan survei.

  • Langkah-langkah penting dalam melakukan survei adalah memilih topik, menentukan tingkat respons, merumuskan pertanyaan (dikotomi, pilihan ganda, terbuka), melakukan pre-test kuesioner, dan melakukan editing untuk mengukur validitas serta reliabilitas instrumen.

2. Metode Sampling (Penarikan Sampel)

  • Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti, yang dipilih untuk mewakili populasi tersebut.

  • Metode penarikan sampel terdiri dari Convenience Sampling (kemudahan akses), Judgment Sampling (pengalaman peneliti), dan Random Sampling (berdasarkan teori probabilitas).

  • Random Sampling terbagi lagi menjadi Simple Random Sampling, Systematic Sampling, Stratified Sampling, dan Cluster Sampling.

  • Penentuan ukuran sampel harus selalu mempertimbangkan homogenitas populasi dan biaya.

3. Proposal Penelitian Ekonomi

  • Proposal berfungsi sebagai peta jalan penelitian serta media komunikasi antara peneliti dengan pembimbing maupun sponsor.

  • Secara umum, alur dan komponen penyusunan proposal penelitian terdiri dari:

    1. Judul Penelitian

    2. Abstrak

    3. Pendahuluan (berisi latar belakang dan rumusan masalah)

    4. Studi/Kajian Pustaka

    5. Desain & Metode Penelitian

    6. Jadwal & Anggaran

    7. Daftar Pustaka

Sebagai penutup, ditekankan bahwa pemilihan data dan metode pengumpulan yang tepat akan menentukan kualitas suatu penelitian. Pemahaman mengenai konsep-konsep perencanaan ini menjadi bekal yang sangat penting bagi mahasiswa dalam melaksanakan penelitian empiris di bidang ekonomi.

Penilaian Aspek Teknikal



1. Pengertian Analisis Kebutuhan Teknikal
Analisis teknikal adalah upaya untuk mempelajari kebutuhan teknikal dan biaya produksi dari berbagai alternatif, serta menilai bagaimana penyediaan dan pemenuhan kebutuhan tersebut untuk proyek.

2. Metode Penentuan Skala Produksi
Terdapat tiga metode utama yang digunakan:

  • Pendekatan konsep biaya marjinal (marginal cost) dan pendapatan marjinal.

  • Pendekatan titik impas (Break Even Point).

  • Metode program linear.

3. Ruang Lingkup Analisis Teknikal
Analisis teknikal mencakup banyak komponen krusial, di antaranya:

  • Deskripsi produk dan proses produksi.

  • Kapasitas pabrik dan jadwal.

  • Pemilihan mesin, peralatan, lokasi, dan tata letak (layout) pabrik.

  • Pengadaan bahan baku dan penolong.

  • Perkiraan kebutuhan tenaga kerja dan penanganan limbah.

  • Perkiraan biaya produksi.

4. Peranan Teknologi dalam Proyek
Pemilihan teknologi sangat menentukan keberhasilan proyek. Meskipun proyek baru sering menggunakan teknologi terbaru, proyek industri di negara berkembang disarankan untuk menghindari teknologi baru yang belum terbukti secara pasti keberhasilannya.

5. Elemen yang Dinilai dalam Aspek Teknikal
Dalam menilai aspek ini, perlu dipertimbangkan dampaknya terhadap pengangguran, ekologi, fasilitas pendukung, ketersediaan modal, dan dukungan industri lain. Elemen praktis yang harus direncanakan meliputi:

  • Jadwal produksi, persediaan, dan proses produksi.

  • Pemilihan mesin, metode penanganan bahan, dan organisasi produksi.

  • Kebutuhan ruang, tata letak fisik, lokasi (termasuk pilihan mendirikan bangunan sendiri atau menyewa).

  • Perencanaan biaya investasi, biaya produksi, hingga biaya masa percobaan.


Kamis, 01 Oktober 2026

JARINGAN DAN KOMUNIKASI DATA


1. Jaringan dan Telekomunikasi

  • Konsep Dasar: Jaringan adalah sekumpulan perangkat yang saling terhubung untuk berbagi data. Skalanya terbagi menjadi LAN (lokal/kantor), MAN (kota), dan WAN (luas/antar negara).

  • Perangkat Utama: Meliputi Router (penghubung antar jaringan), Switch (penghubung perangkat dalam satu jaringan), dan Modem (pengubah sinyal analog-digital).

  • Media Transmisi: Bisa berupa media kabel (tembaga/serat optik) maupun wireless (Wi-Fi/Bluetooth).

2. Protokol dan Komunikasi Jaringan

  • Protokol Jaringan: Aturan baku agar perangkat bisa berkomunikasi, seperti TCP/IP (internet), HTTP/HTTPS (web), FTP (transfer file), dan DNS (konversi domain ke IP).

  • Proses Komunikasi: Berjalan melalui tahap pengiriman data, pengolahan oleh router/switch, hingga penerimaan data di tempat tujuan dengan tepat.

3. Data dan Pengelolaannya

  • Karakteristik Data: Terdiri dari data terstruktur (seperti tabel database) dan data tidak terstruktur (seperti email dan dokumen teks).

  • Pengelolaan Data: Tahapannya meliputi pengumpulan, penyimpanan terorganisir, pemrosesan menjadi informasi, dan perlindungan keamanan.

  • Kebutuhan Organisasi: Data yang baik harus akurat, selalu tersedia saat dibutuhkan, aman dari ancaman, dan konsisten (integritas tinggi). Semua ini dikelola menggunakan perangkat lunak seperti DBMS (Database Management System) dan didukung oleh sistem Backup & Recovery.

Kesimpulan
Jaringan dan telekomunikasi adalah fondasi kelancaran pertukaran informasi organisasi. Jika dipadukan dengan pengelolaan data yang baik (mulai dari penyimpanan hingga keamanan), hal ini akan sangat mendukung proses pengambilan keputusan dan pencapaian tujuan bisnis.

Studi Kelayakan Bisnis "Clothing ByRana"

  Berikut adalah rangkuman dari laporan Studi Kelayakan Bisnis "Clothing ByRana" yang dipresentasikan oleh Gusneli Yanti Putri: 1...