1. Pengertian & Pentingnya Penelitian Ekonomi
- Definisi: Kegiatan sistematis untuk menemukan, mengembangkan, dan memverifikasi pengetahuan melalui proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data (Mouly, 1978; Greenlaw, 2006).
- Pentingnya Penelitian Ekonomi:
- Sarana penciptaan pengetahuan.
- Mendorong perkembangan ilmu dan kebijakan ekonomi.
- Menjadi dasar lahirnya mazhab-mazhab ekonomi (seperti Adam Smith, Karl Marx, Keynes).
- Mendukung pembangunan, kebijakan publik, dan pengembangan bisnis.
2. Tujuan Penelitian
- Mengembangkan disiplin ilmu (ekonomi, sosial, maupun alam).
- Menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan publik (misalnya isu kemiskinan dan pemerataan).
- Memecahkan masalah spesifik di tengah komunitas/masyarakat.
3. Klasifikasi Penelitian
- Berdasarkan Sifatnya:
- Penelitian Dasar (Basic Research): Berfokus pada pengembangan teori dan tidak berfokus pada aplikasi jangka pendek.
- Penelitian Terapan (Applied Research): Berfokus pada pemecahan masalah nyata yang bersifat praktis/aplikatif.
- Berdasarkan Metodenya:
- Kuantitatif: Menggunakan data angka dan analisis statistik untuk pengujian teori, generalisasi, serta prediksi.
- Kualitatif: Menggunakan data naratif (wawancara, studi kasus) untuk pemahaman mendalam terhadap suatu fenomena.
4. Tahapan Penelitian Ilmiah
- Menentukan topik penelitian.
- Menyusun desain riset (proposal, rumusan masalah, kecukupan data, dan metode).
- Mengumpulkan data (baik data primer maupun sekunder).
- Menganalisis data.
- Menulis laporan hasil penelitian.
5. Keunikan Penelitian Ekonomi
- Bersifat fungsional, bukan deterministik.
- Banyak memanfaatkan dan menggunakan data sekunder.
- Mengakomodasi aspek perilaku manusia sehingga hasilnya tidak selalu pasti.
- Menggunakan teknik Ekonometrika untuk mengatasi kesalahan acak (error term).
6. Paradigma Penelitian
- Positivisme: Berfokus pada observasi, eksperimen, dan verifikasi (dominan pada pendekatan kuantitatif).
- Anti-Positivisme (Natural Inquiry): Memperhatikan norma, nilai, dan simbol dalam masyarakat (dominan pada pendekatan kualitatif).
- Critical Theory: Bersifat dialogis dan reflektif dengan menggabungkan teknik observasi dan wawancara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar