1. Konsep Dasar SKB & Kaitannya dengan Manajemen
- Definisi & Tujuan: SKB digunakan untuk menilai kelayakan suatu proyek/usaha agar dapat mengantisipasi risiko dan ketidakpastian di masa depan.
- Penilaian Usaha Berdasarkan Jenisnya:
- Usaha Pencari Laba: Berfokus pada aspek komersial, teknis, dan keuangan secara detail untuk memperhitungkan untung-rugi.
- Usaha Non-Laba (Pemerintah): Berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan manfaat bagi masyarakat.
2. Kriteria Keputusan Investasi Proyek
- Kriteria Intensitas Faktor: Memprioritaskan proyek yang menyerap banyak tenaga kerja (memanfaatkan faktor surplus) dan menghemat modal (faktor defisit).
- Kriteria Luas & Kompleksitas Proyek: Makin besar skala proyek, makin kompleks permasalahan yang dihadapi (keuangan, produksi, keuntungan, dll.).
- Kriteria Pendapatan Valuta Asing/Devisa: Proyek yang dapat menghasilkan atau menghemat devisa menjadi prioritas, terutama saat negara mengalami krisis cadangan devisa.
- Kriteria Profitabilitas:
- Profitabilitas Komersial: Berdasarkan estimasi biaya proyek, biaya produksi, dan penerimaan penjualan.
- Profitabilitas Ekonomi Nasional: Mengukur nilai bersih proyek bagi Perekonomian Nasional secara keseluruhan.
3. Penilaian Aspek Pasar & Pemasaran
- Tahap Awal Proyek:
- Menumbuhkan Gagasan Proyek: Mencari dan memilih ide bisnis yang potensial.
- Penyaringan Awal & SKB Pendahuluan: Memilih gagasan terbaik melalui evaluasi awal sebelum studi mendalam dilakukan.
- Langkah Analisis Pasar & Pemasaran:
- Pengukuran & Peramalan Pasar: Menghitung potensi pasar saat ini dan memproyeksikan permintaan pasar di masa depan.
- Strategi Pemasaran: Menentukan arah dan taktik bersaing di pasar target.
- Perencanaan Program Pemasaran: Menyusun langkah konkret operasional pemasaran (produk, harga, distribusi, dan promosi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar