Rabu, 11 Juni 2025

πŸ“˜ “Studi Literatur Kebijakan Moneter Islam Tanpa Bunga” Oleh: Nirmadarningsih Hiya & Saparuddin Siregar Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, Vol. 8(1), 2022, hlm. 868–875

 

πŸ•Œ Tujuan dan Latar Belakang

Artikel ini mengkaji kebijakan moneter Islam tanpa bunga (riba) sebagai alternatif dari sistem konvensional yang berbasis suku bunga. Dalam Islam, uang bukan komoditas dan inflasi harus dikendalikan bukan dengan menambah jumlah uang, tapi menambah produksi barang/jasa serta menjaga nilai-nilai moral dan sosial.


πŸ” Metode Penelitian

  • Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur.

  • Menganalisis 20 jurnal nasional dan internasional periode 2010–2020.

  • Dikelompokkan dalam tiga kategori: konsep, stabilisasi, dan institusionalisasi.


πŸ’‘ Hasil dan Temuan Utama

1. Alternatif terhadap Bunga:

  • Bunga dianggap mitos ekonomi kapitalis yang tidak efisien dan menciptakan ketimpangan.

  • Islam menggantikannya dengan:

    • Bagi hasil (mudharabah, musyarakah)

    • Qardhul Hasan (pinjaman tanpa bunga)

    • Murabahah, syirkah, leasing

    • Pendanaan berbasis ekuitas (equity financing)

2. Instrumen Moneter Syariah:

  • Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS)

  • Wadi’ah Bank Indonesia (SWBI)

  • Reserve ratio, profit-sharing ratio, moral suasion, dan refinance ratio

3. Contoh Praktik Global:

  • Iran: Sukses menjalankan sistem perbankan tanpa bunga sejak 1979.

  • Studi Selim (2019): Qardhul Hasan meningkatkan output dan menurunkan inflasi.

  • Studi Raffinot (2017): Aturan moneter bebas suku bunga bisa efektif seperti aturan Taylor.

  • Studi di negara seperti Jepang, Swedia, Swiss: Menunjukkan stabilitas inflasi tanpa dominasi bunga.


πŸ“Š Dampak Sistem Tanpa Bunga

Aspek EkonomiDampak Sistem Tanpa Bunga
InflasiLebih stabil bila dikendalikan via sektor riil
PengangguranDapat ditekan melalui investasi produktif
Distribusi KekayaanLebih adil dengan sistem bagi hasil
Pertumbuhan EkonomiTumbuh berkelanjutan jika berbasis riil

 

Kesimpulan

  • Sistem bunga dalam ekonomi konvensional perlu diganti karena menimbulkan ketidakadilan dan ketimpangan.

  • Islam menawarkan kebijakan moneter berbasis sektor riil, nilai etika, dan akad-akad muamalah.

  • Bank syariah harus memobilisasi dana untuk pembiayaan sektor produktif, bukan spekulatif.

  • Bank sentral harus berperan sebagai penjamin stabilitas dan kemakmuran tanpa mengandalkan suku bunga.

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembentukan Kalimat Dari Bilangan

  Berikut penjelasan Pembentukan Kalimat dari Bilangan (‘Adad & Ma‘dΕ«d) dalam bahasa Arab, disusun praktis langkah-demi-langkah supaya...