- Pengertian Dasar: Ekonometrika adalah studi yang mengaplikasikan metode statistika untuk menganalisis berbagai fenomena ekonomi. Ilmu ini digunakan untuk menguji hipotesis dari fenomena sosial, bisnis, maupun kebijakan pemerintah secara kuantitatif.
- Perbedaan Ekonomi dan Ekonometrika: Ilmu ekonomi berfokus pada pernyataan kualitatif (misal: teori Keynes menyatakan bahwa konsumsi akan naik seiring naiknya pendapatan). Di sisi lain, ekonometrika menerjemahkan pernyataan kualitatif tersebut ke dalam persamaan kuantitatif berwujud model matematis untuk melihat arah dan besaran pastinya menggunakan data riil.
- Konsep Error Term (Galat / Faktor Gangguan): Berbeda dengan model matematika murni yang bersifat pasti (deterministik), model ekonometrika bersifat stokastik karena melibatkan error term. Terdapat 3 alasan mengapa error term sangat penting dalam ekonometrika:
- Penghilangan variabel: Ada faktor/kejadian penting (seperti preferensi, budaya, atau selera masyarakat) yang memengaruhi hasil namun tidak dimasukkan ke dalam model persamaan.
- Kesalahan pengukuran: Adanya kemungkinan alat ukur atau data yang digunakan tidak sepenuhnya akurat dalam mewakili variabel.
- Perilaku manusia (human indeterminacy): Perilaku manusia sangat dinamis, acak, dan terkadang tidak konsisten, sehingga ketidakpastian ini diwakili oleh error term.
- Parameter dan Estimator (Penduga):
- Parameter (seperti $\beta_0, \beta_1$) adalah komponen penting yang menunjukkan seberapa besar ukuran dan bagaimana arah hubungan antar variabel ekonomi.
- Karena nilainya tidak diketahui secara pasti, diperlukan Estimator (penduga) untuk mengukurnya. Salah satu model penduga yang paling umum digunakan dalam ekonometrika adalah Ordinary Least Squares (OLS).
Secara keseluruhan, ekonometrika hadir sebagai jembatan yang menggabungkan ilmu ekonomi, matematika, dan statistika untuk membuktikan apakah suatu teori atau kebijakan benar-benar terbukti secara empiris di dunia nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar